oleh

SMAN 1 Bangkalan Tarik Sumbangan Rp1 Juta dari Siswa

Kabarmadura.id/Bangkalan-Terjadinya penarikan sumbangan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Bangkalan, mendapat sorotan berbagai kalangan. Salah satunya dari Sulaiman, praktisi pendidikan dari  Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Pria yang juga dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UTM tersebut mengatakan, sebenarnya fenomena sekolah meminta sumbangan merupakan hal biasa di lembaga pendidikan. Namun sejatinya, imbuh Sulaiman, meminta sumbangan kepada wali murid memang tidak diperbolehkan.

Namun menurutnya, menjadi wajar bagi sekolah sarana dan prasarana sekolah yang memadai, jika penarikan sumbangan itu mendapay persetujuan dari orang tua murid, komite dan pihak sekolah.

“Kalau tidak ada persetujuan ya tidak boleh. Kecuali kalau ada kebijakan dari Dinas Pendidikan itu juga boleh saja,” katanya, Selasa (14/1).

Latar belakang Sulaiman menyatakan larangan meminta sumbangan, karena untuk keperluan sekolahnya ada anggaran tersendiri yang sudah disiapkan oleh pemerintah. Anggaran tersebut yakni dalam bentuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Selain itu, Sulaiman menyebut, seyogyanya sudah tidak boleh ada lagi sumbangan terkait penyelenggaraan pendidikan dengan adanya program Pemprov Jatim berupa TisTas (BPOPP).

“Iuran dalam bentuk apa pun dan atas nama apa pun yang diminta sekolah kepada wali murid sebenarnya tidak boleh,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMAN 1 Bangkalan Maria Ulfa mengatakan, permintaan sumbangan itu dilakukan karena keterbatasan pihak sekolah dalam memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan.

Sayangnya, Maria tidak menjelaskan secara spesifik penggunaan anggaran itu. Namun berdalih, dalam pengelolaan sekolahnya, membutuhkan tambahan anggaran.

“Permintaan sumbangan itu memang karena keterbatasan kami. Kami sangat membutuhkan itu,” katanya.

Masih menurut Maria, sumbangan yang dimintanya tersebut merupakan sumbangan partisipatif. Dirinya mengaku, tidak ada pemaksaan kepada wali murid untuk memberikan sumbangan.

“Waktu rapat mengenai hal tersebut kami tidak ikut-ikut. Itu kesepakatan komite dengan wali murid. Pihak sekolah memasrahkan pada komite,” terangnya.

Terkait besaran dana yang sudah ditentukan, jelas Maria, hal itu merupakan hasil kesepakatan komite sekolah dengan wali siswa. Sehingga, sumbangan yang dimaksudkan, tidak ada patokan tertentu wali murid harus memberikan sumbangan seperti yang beredar di luar.

“Ada yang menyumbang Rp100 ribu, Rp200 ribu, Rp500 ribu bahkan ada yang Rp1 juta. Tapi kami tidak memaksa harus menyumbang berapa,” tukasnya.

Sebelumnya, ada informasi yang beredar, pihak SMAN 1 Bangkalan meminta sumbangan sebesar Rp1.200.000. (ina/waw)

Komentar

News Feed