oleh

SMAN 1 Bluto Siap Terapkan PTM

Kabarmadura.id/Sumenep-Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bluto, Kabupaten Sumenep, berjalan sesuai harapan. Dalam uji coba itu, penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan dengan maksimal.

Kepala SMAN 1 Bluto Abu Amin Dasuki mengatakan, hingga saat ini tidak ada kendala berarti yang dihadapi siswa dalam menerapkan PTM. Pihaknya sudah mengaku memperketat penerapan protokol kesehatan, agar tidak ada klaster baru yang muncul dalam sebaran Covid-19.

“Alhamdulillah uji coba PTM di SMAN 1 Bluto sudah sesuai protokol Covid-19,” katanya, Senin (14/08/2020)

Dijelaskannya, seluruh kebutuhan protokol kesehatan difasilitasi sekolah melalui dana BOS atau BPOPP. Diantaranya, alat cuci tangan, masker dan alat protokol kesehatan lainnya, seperti hand sanitizer dan semacamnya.

Dirinya mengungkapkan, tidak ada waktu istirahat dalam penerapan PTM sesuai protokol Covid-19. Oleh karena itu, siswa diimbau untuk membawa bekal dari rumah, sebab, semua kantin sekolah ditutup.

“Sebelum masuk sekolah siswa dan siswi dicek suhu badan dan diwajibkan cuci tangan,” paparnya.

Pihaknya menjelaskan, dalam penerapan PTM, siswa yang masuk ke sekolah sebanyak 25 persen dari total 618 jumlah siswa. Dimana setiap harinya, maksimal jumlah siswa yang masuk ke sekolah sebanyak 150 orang dengan rombongan belajar (rombel) 21 siswa, masing-masing kelas sebanyak 12 hingga 16 siswa.

Selain itu, dalam pelaksanaannya, PTM dilakukan di setiap tingkatan dan tiap jurusan yang masuk. Misalnya, pada hari Senin kelas X IPA, Selasa kelas XI IPS, hari Rabu kelas XI IPA, hari Kamis kelas XI IPS, hari Jum’ at kelas XII IPA, dan hari Sabtu kelas XII IPS.

Sementara untuk waktu pembelajaran, setiap harinya dilaksanakan dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Dengan sekmentasi, pukul 07.00 sampai 07.15 WIB, siswa membaca Al-qur’an, kemudian dilanjutkan dengan lagu kebangsaan. Baru kemudian pada pukul 07.30 WIB, PTM dilaksanakan hingga pukul 11.00 WIB.

“Satu Guru mengajar dua kelas, dan Masing- masing tatap muka di setiap mata pelajaran diisi 20 menit,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengatakan, pembelajaran tatap muka di SMAN 1 Bluto berjalan sesuai harapan.

“Dari hari pertama hingga saat ini sudah berjalan normal,” tuturnya.

Dilanjutkannya, sistem tatap muka tersebut tetap mengikuti SKB 4 menteri, yakni, jika zona merah maka pembelajarannya tidak boleh di sekolah. Jika zona orange diperkenankan 25 persen dari jumlah siswa belajar di sekolah dan sisanya belajar di rumah hingga gentian.

Kemudian jika masuk zona kuning, maka 50 persen siswa belajar di sekolah dan 50 persen di rumah secara bergantian. Jikalau zona hijau maka dapat diterapkan zona hijau.

“Khusus di Sumenep dilakukan dengan penerapan zona orange walaupun saat ini zona kuning. Kami ingin lebih berhati-hati,” ujar dia.

Dia berharap, penerapan uji coba tatap muka bisa terlaksana dengan sebaik mungkin. Sehingga, dapat memberikan contoh pada sekolah yang lain untuk menerapkan pembelajaran tatap muka nantinya.

“Semoga uji coba penerapan pembelajaran tatap muka sesuai dengan apa yang diinginkan bersama,” pungkasnya. (imd/pin)

Komentar

News Feed