oleh

SMAN 4 Sampang Terancam Punah

Kabarmadura.id/SAMPANG-Beberapa lembaga pendidikan di Sampang terancam ‘punah’. Masalahnya, sejumlah sekolah itu diketahui minim siswa dan nyaris ditinggalkan oleh peserta didik.

Salah satu sekolah yang berada di ambang kepunahan adalah SMAN 4 Sampang yang berada di Jalan Keramat, Kota Sampang.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sampang Asyari mengatakan, SMAN 4 Sampang memang tercatat sebagai salah satu lembaga pendidikan yang jumlah siswanya minim. Namun demikan, ia menampik jika sekolah dimaksud disebut-sebut tutup dan tidak menerima pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019.

“Belum, masih operasional. Jumlah siswanya memang tidak banyak, tetapi tidak benar kalau ada informasi SMAN 4 tutup. Tahun ini tetap menerima siswa kok,” kata Assyari di balik sambungan telepon kepada Kabar Madura, Senin (10/6).

Dia menjelaskan, di tahun 2018, pemerintah memang sempat membahas rencana penutupun SMAN 4 lantaran jumlah siswanya yang minim. Namun upaya itu urung dilakukan atas pertimbangan beberapa faktor.

“Setelah kami melihat perkembangan, ternyata SMAN 4 masih memungkinkan untuk beroperasi, dan insya Allah tahun ini lebih banyak siswanya,” timpal Assyari.

Menurut Assyari, jka merujuk pada PPDB tahun ajaran 2018, jumlah siswa baru di sekolah itu lebih dari 20 orang. Sedangkan untuk tahun ini jumlah siswa baru lebih banyak.

“Tahun 2018 jumlah siswa baru lebih dari 20 orang, jumlah itu kan masih sesuai rombongan belajar atau rombel, tahun ini insya Allah lebih,” urainya.

Aturan regrouping ataupun penutupan sekolah tertuang pada Pasal 24 Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017. Dalam permendikbud itu dijelaskan bahwa sekolah menengah atas (SMA) dalam satu kelas harus berjumlah paling sedikit 20 (dua puluh) peserta didik dan paling banyak 36 (tiga puluh enam) peserta didik.

Kemudian pasal ini didukung dengan SE Mendikbud No. 3 Tahun 2017, pada point 2 yang isinya.

“Ketentuan jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar dan jumlah rombongan belajar pada sekolah diberlakukan hanya untuk peserta didik baru pada kelas 1, kelas 7, dan kelas 10 untuk setiap sekolah,” pungkasnya. (sam/waw) 

Komentar

News Feed