oleh

SMP Swasta Dapat Berkah Sistem Zonasi

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Akibat sistem zonasi di tahun 2019 ini, banyak sekolah swasta berkesempatan menggaet banyak siswa. Sebab, mereka yang gagal memasuki sekolah negeri berstatus unggulan di wilayah tertentu, akhirnya memilih sekolah swasta di sekitar wilayah sekolah negeri unggulan itu.

Penerapan sistem dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 tersebut, berlaku di jenjang pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) negeri, tidak berlaku di SMP swasta dan madrasah tsanawiyah (Mts).

Menurut penuturan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Bangkalan Ahmad Mustaqim, banyak para orang tua beralih menyekolahkan anaknya di SMP swasta atau SMP di pondok pesantren.

“Untuk memenuhi pagu di SMP negeri. Kita tidak bisa membatasi orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SMP swasta. Apalagi sekarang banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya di pondok,” tuturnya, rabu (12/6).

Selain itu, jelas Mustaqim, banyak pesantren memilik sekolah umum dengan kelas akselerasi. Sedangkan sekolah unggulan di SMP negeri yang memiliki kelas akselerasi, dibatasi dengan zonasi. Dengan begitu, banyak beralih ke SMP swasta yang dinilai unggul.

“Ditambah SMP swasta tidak dibatasi dengan aturan. SMP swasta pembukaan PPDB sudah dimulai duluan dibandingkan dengan negeri. SMP Ngeri kalah start otomatis,” paparnya.

Namun, akibat adanya pembatasan zonasi ini, sanyak sekolah negeri jenjang SMP merasakan dirugikan, karena tidak bisa memenuhi pagu.

“Kedua banyak SMP negeri kalah pamor dengan SMP swasta. Di SMP swasta sudah banyak spanduk-spanduk penerimaan murid baru dengan menunjukkan keunggulan sekolahnya yang bisa menggaet orang tua,” katanya.

Identitas Bangkalan seagai Kota Dzikir dan Sholawat, dengan kultur yang lebih religi, menurut Mustaqim, membuat banyak sekolah yang menempel pada pesantren.

“Saya berharap untuk SMP negeri dan SMP swasta agar bersaing secara sehat,” tuturnya.

Dari data Disdik Bangkalan, wilayah Kabupaten Bangkalan hanya memiliki 55 SMP/Mts negeri, sedangkan sisanya SMP swasta. Secara keseluruhan, terdapat 317 SMP/ Mts negeri dan swasta. Rinciannya, 55 SMP negeri dan 107 SMP swasta, kemudian 9 Mts negeri dan 146 Mts swasta. (ina/waw)

Komentar

News Feed