SNC 10 Belajar Komputer Lagi

  • Whatsapp
(KM/dok) ANCANG-ANCANG: Gelandang Madura United Slamet Nurcahyo sedang memersiapkan bekal untuk mengikuti lisensi kepelatihan lanjutan.

Kabarmadura.id-Gelandang Madura United Slamet Nurcahyo telah mengikuti kursus kepelatihan tipe C, yang diselenggarakan di Batu. Guna mengikuti kursus tersebut, Slamet harus absen membela Madura United di turnamen pra-musim Piala Gubernur Jawa Timur (PG Jatim) 2020.

Menurut kreator serang bernomor punggung 10 di Madura United tersebut, materi yang diperoleh dalam kursus pelatih lisensi C tidak jauh berbeda dengan pengalamannya dalam menggeluti sepakbola hinga kini berusia 36 tahun.

Sebab, salah satu putra terbaik Jawa Timur itu telah memahami strategi dan diksi-diksi dalam sepakbola. Serta, dia juga sudah terbiasa mengikuti class room guna melihat analisa kekuatan lawan melalui cuplikan pertandingan.

“Ternyata enak kalau pemain sepakbola yang mengambil lisensi kepelatihan. Soalnya, sudah punya dasar pengetahuan taktik dan diksi-diksi dalam sepakbola sudah paham, serta bagaimana menganalisa pertandingan juga,” cerita Slamet.

Dengan mengantongi lisensi kepelatihan C, Slamet telah bisa melatih youth development. Namun, dia masih memilih untuk tetap bermain bersaam Madura United. Tercatat, dia sudah bermain sekali di Liga 1 2020, melawan Barito Putera.

Saat ini, Slamet membeberkan, tengah memasang ancang-ancang untuk melanjutkan kursus kepelatihan tipe B. Namun, dia masih sedang mengumpulkan bekal.

Berkaca terhadap kursus kepelatihan sebelumnya, Slamet mengucapkan harus kembali mengasah kemampuan dalam teknologi informasi (TI). Ditambah lagi, dia tengah hidal dalam era yang disebut zaman milenial.

“Ini masih ancang-ancang bagaimana untuk melanjutkan ke B. Tapi, harus banyak belajar lagi. Saya melihat waktu di Batu itu, kami yang ikut harus benar-benar memahami TI, apalagi ini zaman milenial. Saya ingin menggali lagi kemampuan saya di TI,” ujar Slamet.

Di samping itu, Slamet juga ingin menguatkan kemampuan berbahasa Inggris sebelum melanjutkan kursus kepelatihan pada jenjang lebih tinggi.

“Satu lagi, saya butuh mengasah kembali kemampuan Bahasa Inggris saya. Itu penting juga. Apalagi, kata-kata di sepakbola banyak menggunakan Bahasa Inggris. Buku-buku sepakbola juga banyak yang Bahasa Inggris,” pungkasnya. (idy/bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *