oleh

Soal Kelanjutan Pembangunan Sport Centre, Disparbudpora Sumenep Berdalih Nihil Anggaran

KABARMADURA.ID, Sumenep – Kelanjutan pembangunan sport centre di Kabupaten Sumenep kembali menjadi bahan perbincangan di tataran para wakil rakyat. Sebab, lahan untuk pembangunan sarana olahraga tersebut sudah tersedia. Hanya saja, hingga saat ini lokasi masih tanpa aktifitas dengan dalih nihil anggaran dari pemerintah. Hal ini diungkapkan, Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep, M. Ramzi, Senin (12/10/2020).

Menurutnya, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep harus mengambil langkah konkrit mengenai pembangunannya. Sehingga, ketersediaan lahan bisa segera dimanfaatkan dan anggaran tidak akan terkesan terbuang sia-sia.

“Sebenarnya dulu sebelum dianggarkan kami sudah menanyakan ada tidaknya, jika tidak mau dilanjut tidak usah melakukan pemadatan atau pengurukan. Saat ini terbukti kan,” tegasnya, Senin (12/10/2020)

  1. Ramzi memaparkan, anggaran Rp5 miliar yang sudah dikucurkan untuk pelepasan lahan dan pengerukan saat ini terkesan tidak ada artinya. Pasalnya pengerukan dilaksanakan pada tahun 2019 lalu. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai tindak lanjutnya. “Setidaknya, Disparbudpora bertanggung jawab atas kelanjutan pembangunan itu,” paparnya.

Dia menegaskan, Sport Centre yang beralamatkan di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep itu cukup penting untuk semua pecinta olahraga. Sehingga, dengan adanya sarana itu, nantinya bisa dimanfaatkan para atlet dan olahraga lainnya.  “Harus segera ada pembangunan yang nyata,” tegasnya.

Sebab lanjut, pria yang akrab disapa Ramzi ini menjelaskan lahan seluas 7,2 hektar dijanjikan ada dana yang akan turun dari Pemerintah Pusat senilai Rp20 miliar. Namun, hingga saat ini masih belum ada wujud nyata. “Jika dana pusat tidak ada jangan menunggu. Maka, harus juga dianggarkan di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD),” tukasnya.

Sememtara itu, Kapala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga, Disparbudpora, Sumenep Subkiyanto mengakui, jika hingga saat ini belum ada anggaran mengenai pembangunan Sport Centre. Sebab, penadami Covid-19 cukup banyak membutuhkan anggaran. “Dari kami sebenarnya akan membangun. Tetapi, masih terkendala anggaran,” responnya.

Dia berjanji, akan mengkonsep tentang pembangunan tersebut. Sehingga, ketika ada anggaran bisa segera dilaksanakan untuk pembangunannya. “Keinginan kami terus berlanjut bahkan ingin dibangun. Namun, dana masih tidak memadai,” tukasnya.

Hal senada disampaikan, Kadisparbudpora Sumenep Bambang Iriyanto. Dia mengatakan, tidak terbangunnya Sport Centre lantaran nihilnya anggaran.  Tetapi, dirinya berjanji akan memprioritaskan Sport Centre.

“Eman-eman lapangan yang sudah dilakukan pengerukan tanpa ada kelanjutan pembangunan akan sia-sia. Kami akan mencari celah, bagaimana pembangunan Sport Centre berlanjut,” jelasnya.

Dirinya berjanji dalam waktu dekat tahun 2021 akan diusahakan pengajuan anggaran yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) minimal Rp50 miliar. Sehingga, bisa terwujud dan masyarakat pecinta sepak bola sudah mulai merasakan.

“Kami berjanji Sport Centre akan menjadi program prioritas kami ke depan,” pungkasnya. (imd/ito)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed