Soal PI dengan Pemkab Sampang, SKK Migas Tinggal Tunggu Janji Petronas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) SERIUS: Sejumlah pihak berharap Petronas setujui pengelolaan PI sepuluh persen kepada Pemkab Sampang.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Didesak banyak pihak agar bisnis to bisnis minyak dan gas bumi (migas) dana participating interest (PI), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menyatakan akan tunggu janji Petronas Carigali.

PI tersebut terkait eksplorasi di Sumur Hidayah 1 PC North Madura II Ltd yang ditargetkan terjadi bisnis migas antara PT. Petrogas Jatim Sampang Energy (PJSE) dengan Petronas Carigali.

Bacaan Lainnya

Sebab, pasca pertemuan yang dilakukan Panitia Kerja (Panja) DPRD Sampang sebelumnya, pihak Petronas melalui komunikasinya secara virtual, berjanji segera memberikan jawaban soal penawaran bisnis to bisnis dengan PJSE.

Keharusnya adanya PI itu sesuai Peraturan Kementerian ESDM Nomor 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran PI sebesar 10% pada Wilayah Kerja Migas dan Pemerintah Daerah.

Dengan begitu, pemerintah daerah bisa mendapatkan pembagian saham sebanyak 10 persen. Sehingga, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) bisa memberikan peluang bisnis kepada pemerintah daerah.

Kepala Departemen Operasi SKK Migas (Jabanusa), Indra Zulkarnain, mengaku menunggu hasil rapat internal Petronas. Sebab, pada pekan sebelumnya, Petronas akan membahas bisnis to bisnis dengan PJSE di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Kami akan terus monitoring janji Petronas. Minggu pertama dan kedua bulan Februari akan melakukan rapat internal,” katanya, Minggu (31/1/2020).

Dikatakan, bisnis to bisnis dengan PJSE sesuai Permen ESDM Nomor 37 Tahun 2016, keuntungan tidak hanya akan dinikmati oleh PJSE. Namun, juga ada peluang benefit bagi Petronas. Sehingga, perwakilan petronas di Indonesia bisa menyampaikan, jika kegiatan ini terealisasi, ada pendapatan yang bisa dinikmati.

“Dalam negosiasi ini, Petronas juga terdapat peluang yang cukup besar. Kami berharap ini ada kesepakatan,” katanya.

Indra Zulkarnaen juga mengungkapkan, selama ini ada proses yang berhenti di internal Petronas. Terutama soal kalkulasi keekonomian mereka agar mempercepat kesepakatan. Sehingga perlu kembali didorong agar kalkulasi perekonomian dilanjutkan. Sebab sebelumnya, disinyalir Petronas tidak mengetahui adanya Permen ESDM Nomor 37 Tahun 2016.

“Kemungkinan peraturan ini tidak diketahui oleh Petronas sebelumnya. Sehingga, tidak ada perhitungan dalam keekonomian Petronas. Akibatnya, mereka harus menghitung ulang keekonomiannya,” katanya.

Petronas juga berjanji akan melakukan pertemuan dengan Dirjen Migas Kementerian ESDM pada pekan ketiga Februari 2021. Termasuk dengan SKK Migas. Sehingga pada pekan keempat akan dilakukan pertemuan dengan PJSE.

Sementara itu, Ketua Panja DPRD Sampang, Agus Khusnul Yakin mengaku semua pihak sudah sepakat menunggu kesepakatan antara PJSE dengan Petronas. Pihaknya akan memantau tahapan agenda yang disepakati dalam rapat pekan lalu.

“Kami tunggu dan kami harap ada kesepakatan setelah ini,” ucapnya.

Untuk diketahui, PT. PJSE yang merupakan perusahaan merger antara PT Petrogas Jatim Utama (PJU) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Jatim dengan PT Geliat Sampang Mandiri (GSM) BUMD Pemkab Sampang belum mendapatkan persetujuan dari Petronas Caligari.

Selama dua tahun terkahir upaya realisasi bisnis migas dengan Petronas belum terealisasi.

Catatan Kabar Madura, perusahaan BUMD secara aturan memiliki hak mengelola bisnis sebesar 10 persen. Namun, jika bisnis itu disepakati, maka ada pembagian saham antara BUMD Jawa Timur dengan BUMD pemerintah daerah. Komposisi saham secara prosentase yakni 51 persen PT PJU dan 49 persen PT GSM.

Sementara Petronas Caligari di lokasi tersebut sudah melakukan eksplorasi migas sejak beberapa tahun lalu. Dari lapangan bukit tua, Petronas Caligari mendapatkan hasil produksi minyak mencapai 15.000 barel oil per day (BOPD). Sementara produksi gas sebesar 30 mmscfd. Bahkan di awal-awal produksi, mampu menghasilkan 18.000 bopd sampai 20.000 bopd. (man/waw)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *