Soal Pihak yang Mencemari Pantai Lombang, DLH dan DPMPTSP Sumenep Saling Bersinggungan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) TIADAK TEGAS: Persoalan tambak udang yang mencemari lingkungan di Pantai Lombang terkesan diperlambat urusannya.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Akhirnya terungkap ada tambak berizin yang ikut mencemari Pantai Lombang. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep menyebut, hal itu merupakan hasil uji laboratorium. Untuk tindakan sementara, outlet atau saluran keluar limbah sudah ditutup.

Sekretaris DPMPTSP Sumenep Zulkarnaen menyampaikan, ada 7 tambak yang diinvestigasi kelapangan. Namun yang dapat ditemukan hanya 3 tambak, dua tambak udang berizin dan 1 tambak yang sudah ditutup outletnya.

Bacaan Lainnya

Tambak yang berizin di Pantai Lombang itu,yakni CV Lombang Sejahtera dengan PT Darwin Nusantara dan satu tambak lainnya tidak berizin.

“Meski mencemari lingkungan,sementara belum berani menutup tambaknnya, hanya outletnya yang ditutup,” katanya, Selasa (24/11/2020).

Alasan hanya menutup outlet, agar saluran limbah tidak lagi mengalir ke Pantai Lombang, agar tidak mencemari lingkungan.

“Jika masih bandel dan limbah tetap terbuang tidak sesuai aturan,dinas terkait maka akan ditutup,” ucap Zulkarnaen bernada ancaman.

Mengenai tindakan selanjutnya, pihaknya masih membahasnya bersama tim kembali. Tim tersebut antara lain DLH, Dinas Perhubungan, Bagian Hukum, Dinas Perikanan, DPMPTSP, DLH dan lainnya. Termasuk akan minta bantuan pihak Kecamatan Batang-Batang, dalam rangka penertiban pengusaha tambak di area Pantai Lombang.

Sementara itu, pernyataan berbeda justru keluar dari Kabid Limbah serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLH Sumenep Agus Salam. Ditegaskan bahwa hasil uji laboratorium tidak bisa disampaikan secara terbuka. Dia beralasan,landasannya sesuai dengan Permen Nomor 23Tahun 2020.

Bahkan dikatakan bahwa belum ada kepastian yang mencemari Pantai Lombang adalah keberadaan tambak di sekitarnya.

“Mengenai uji lab, belum dikatahui secara jelas. Sebab, pencemaran tersebut bisa jadi berasal dari limbah tambak udang ataupun yang lainnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, di hari yang sama, sempat terjadi aksi demonstrasi untuk memprotes lambannya tindakan Pemkab Sumenep dalam menanngani masalah pencemaran itu. Demonstrasi dari Front Keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS) itu, sempat dilanjutkan dengan audiensi di kantor DLH Sumenep.

Abdul Mahmud selaku orator Front Keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS) yang selama ini mengawal kasus pencemaran itu mengatakan, DLH terlihat tidak serius dalam menangani persoalan limbah, utamanya di Pantai Lombang.

“Kami menduga DLH mengaburkan tambak udang yang mencemari lingkungan di Pantai Lombang,” ujarnya.

Dalam waktu dekat jika DLH tidak terbuka, maka akan menutup tambak udang yang diduga mencemari lingkungan itu.

“Ini jelas ada permainan. Sebab, pernyataan pihak perizinan dan DLH tidak selaras,” papar Mahmud.(imd/waw)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *