oleh

Soal Potensi Tsunami di Sumenep, BMKG Hanya Ingin Masyarakat Teredukasi

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Baru-baru ini, masyarakat Sumenep dihantui kabar potensi gempa dan tsunami di wilayahnya, namun Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget Sumenep Usman Khalid tetap meminta masyarakat agar tenang.

Menurutnya, silaturahmi tim gabungan BMKG Jawa Timur bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Syahbandar dan Pelindo Kalianget, dalam rangka melakukan survey lapangan untuk mengecek persiapan jalur evakuasi apabila terjadi gelombang tsunami.

“Yang perlu disampaikan kepada masyarakat itu di Sumenep akan berpotensi terjadi gempa dan kemungkinan tsunami, tapi kami tegaskan tsunami bukan cuaca tidak bisa diprediksi,” katanya, Rabu (7/4/2021).

Namun dia tetap menginstruksikan agar masyarakat di area Pelabuhan Kalianget agar tetap siaga, termasuk jalur evakuasi.

Karena hasil analisis BMKG soal potensi tsunami di Sumenep, titiknya bertumpu di sesar kambing, yakni sekitar lokasi tersebut.

Hasil simulasi pemodelan tsunami yang dilakukan Tim Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, potensi kekuatan gempa M=7.8 (worst case) di sistem patahan sekitar Pelabuhan Kalianget. Potensi terdampak tsunami dengan ketinggian mencapai 3 meter dan perkiraan waktu tiba kurang dari 4 menit.

Karena itu, selain menyiapkan jalur evakuasi tsunami yang mudah dicapai serta dilengkapi dengan rambu-rambu evakuasi, BMKG berharap kepada masyarakat sekitar pelabuhan Kalianget perlu diedukasi agar dapat melakukan evakuasi mandiri.

“Yang dekat pelabuhan itu diwaspadai, itu tertinggi dan waktu datangnya itu yang cepat. Sehingga jika menunggu sirine sudah terlambat. Itulah pentingnya sosialisasi. Tapi itu catatanya jika terjadi gempa terlebih dahulu,” paparnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Sumenep Rahmah Readi mengatakan, sikap pemerintah untuk penanggulangan dari dampak tsunami itu hanya memberikan sosialisasi dan menunjukkan arah atau rambu-rambu evakuasi yang harus dilalui ketika terjadi nanti.

“Kami sosialisasi sampai jalur evakuasi terutama wilayah sasaran yakni Kepulauan Nonggunong, Raas dan area Pelabuhan Kalianget,” paparnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed