oleh

Soal Rekomendasi Fattah Jasin, PKB Tunggu Sinyal Politik

Kabarmadura.id/Sumenep-Sejauh ini, jajaran pengurus DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep tidak bisa memastikan siapa yang diutus menjadi calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabub) untuk Pilkada Sumenep 2020.

Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Sumenep KH MK Ersyad mengatakan, persoalan rekomendasi yang akan diberikan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB hanya bisa diperkirakan akan turun dalam tempo dekat ini.

“Kalau sekarang belum turun rekomnya, detailnya saya tidak dapat memastikan, tetapi kalau tidak akhir bulan ini ya paling lambat awal April mendatang, nanti akan disampaikan kok,” katanya, Rabu (25/3/2020).

Mengenai beredarnya isu akan merekomendasikan Fattah Jasin sebagai cabup untuk diusung, Ersyad langsung membantah. Namun menurutnya, dalam politik berbagai kemungkinan itu akan terjadi. Prinsip mendasarnya, karena sampai saat ini belum ada nama yang direkomendasikan DPP PKB.

“Terkait sudah ada nama Fattah Jasin yang sudah dikabarkan oleh publik yang akan diusung PKB, saya rasa itu tidak benar, karena kalau memang sudah ada rekom dari DPP PKB, coba tanyakan calon wakil bupati yang akan mendampingi yang dipilih PKB,” imbuhnya.

Dijelaskan, rekomendasi PKB saat ini masih menunggu dari DPW dan DPP PKB yang sebelumnya menggelar uji kelayakan dan kepatutan (UKK) kepada para calon. Pada UKK itu, Fattah Jasin masuk 7 nama sinyal kuat yang akan direkomendasi PKB.

Nama-nama lain yang juga memenuhi syarat untuk diusung, di antaranya ada Nur Faizin (cawabup), Achmad Yunus (cawabup), Moh. Shalahuddin A Warits (cabup) dan dari kader PKB sendiri yaitu KH Unais Ali Hisyam sebagai cabup.

Dia juga menjelaskan, tidak ada prioritas antara kader PKB atau dari luar, sehingga dari kelima nama itu dinilai mempunyai hak yang sama dalam mendapatkan rekomendasi.

“Kami juga belum bisa mengatakan rekomendasi PKB akan berkoalisi dengan siapa. Tapi, ketika berbicara kemungkinan, dalam politik itu memang ada, yang terpenting kami berharap calon yang akan dipilih DPP nanti sesuai dengan kebutuhan Sumenep. Meskipun kebijakan mutlak dari DPP kami disini juga menggelar rapat untuk mensinergikan pengurus,” ucap dia.

Sedangkan mengenai pertemuan Malik Effendi dengan Fattah Jasin adalah murni perseorangan tanpa mengatasnamakan partai. Tetapi, jika representasi Malik Effendi sebagai ketua Partai Amanat Nasional (PAN), jelas KH MK Ersyad, semestinya tidak dengan Fattah Jasin, mamun dengan KH Imam Hasyim selaku ketua DPC PKB.

“Kami berharap, rekomendasi atau koalisi dari PKB dapat bergandeng partai dan calon yang tepat. Sehingga menjadikan PKB sebagai partai yang benar-benar berkualitas dan disegani masyarakat Sumenep,” paparnya.

Sementara itu, Fattah Jasin mengatakan, meskipun dirinya memasrahkan sepenuhnya kepada partai sebagai ikhtiar politiknya, tetapi tetap berharap dapat direkomendasi PKB sebagai cabup, bukan cawabup.

“Kalau persoalan rekom dan koalisi itu urusan partai, karena selama ini saya melakukan pendekatan dengan partai bukan secara personal, dan saya selalu menyampaikan, saya mempunyai cita-cita besar untuk membangun Sumenep lebih maju, makanya saya mendaftar di cabupnya,” paparnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed