Soal Tembakau, Distan PHP Pamekasan Sebut Petani Menanam di Lahan Tidak Produktif

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) MEMBLUDAK; Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distan PHP) Pamekasan sebut lahan areal tanam tembakau melebih target yang direncanakan.

KABARMADURA.ID, Pamekasan -Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distan PHP) Pamekasan, menargetkan areal tanam tembakau pada tahun 2020 berkisar 20.000 hektar. Namun musim tembakau selesai, target tersebut membengkak, lantaran para petani menanam tembakau di lahan yang tidak produktif.

Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Distan PHP Pamekasan Ahmad Suaidi, mengatakan target areal lahan pertanian tembakau pada tahun 2020 lebih sedikit dibandingkan tahun 2019 lalu. Menurutnya di tahun sebelumnya ada sekitar 29 875 hektar. Sedangkan lahan yang sudah ditanami tembakau hanya 24.568 hektar.

Bacaan Lainnya

Kendatipun sudah sangat turun jauh dari tahun lalu, hal itu sudah melewati target lahan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan pabrikan. “Para petani sudah terbiasa menanam tembakau setiap tahunnya, walaupun mereka mendengar Covid-19 dan yang lainnya, mereka masih enggan mencari alternatif tanaman lain,” ungkapnya. Minggu (25/10/2020).

Suaidi menjelaskan, dengan membludaknya lahan tanam tembakau pada tahun ini, berdampak kepada semakin murahnya harga serta serapan dari beberapa gudang. Sehingga bisa menambah menumpuknya tembakau di akhir musim, meskipun diklaim akan terbeli secara keseluruhan oleh para pedagang tembakau.

“Kalau lebih banyak penawaran daripada permintaan, pasti harganya murah, areal tanam tidak sesuai dengan yang ditargetkan,” urainya.

Dia menegaskan faktor rendahnya harga, lantaran cuaca tahun ini kurang begitu bagus. Sehingga pabrikan banyak yang menahan diri untuk membeli secara keseluruhan. “Sebenarnya jika dibandingkan tahun 2019 itu sudah ada penurunan, tetapi karena kondisi Covid-19,  mekanisme pembelian tembakaunya agak ribet, tidak sama dengan tahun lalu,” pungkasnya.

Sementara, Sulaiman salah seorang petani tembakau  berharap informasi tentang tembakau bisa tersosialisasikan dengan luas di awal musim tembakau. Sehingga para petani bisa mengukur, kebutuhan pabrikan yang akan melakukan pembelian. “Terus terang informasi tentang kebutuhan pabrikan belum tersampaikan dengan utuh kepada kami para petani,” pungkasnya. (rul/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *