Soekarwo: Pamekasan Miliki 272 Kasus Penyakit Kusta

  • Whatsapp

Kabarmadura.id – Selain dituntut untuk segera merealisasikan visi-misi dan program aksi, Bupati-Wakil Bupati Pamekasan Baddrut Tamam-Raja’e, juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan perhatian serius pada sektor kesehatan.

Selain program wajib dalam bidang pendidikan, tata ruang dan trantibmas, keduanya juga diingatkan untuk memberikan perhatian khusus pada sektor kesehatan. Hal ini menjadi paparan Gubernur Provinsi Jawa Timur (Jatim), Soekarwo saat memberikan sambutan pada kegiatan serah terima jabatan (sertijab), belum lama ini.

Pasalnya, dalam catatan Pemprov Jatim, pada 2017 lalu, Pamekasan masih memiliki 272 kasus penyakit kusta. Menurut pria yang akrab dipanggil Pakde Karwo itu, sektor kesehatan harus benar-benar mendapat perhatian serius, karena memiliki hubungan langsung dengan peningkatan kualitas SDM.

“Saya cuma pesan, urusan kesehatan harus didahulukan dari sektor lain,” sarannya.

Pakde Karwo mengungkapkan, segala persoalan pada sektor kesehatan sudah mampu diselesaikan dengan baik, maka sektor lain seperti pendidikan akan bisa teratasi dengan mudah. Terlebih, perhatian pemerintah Kabupaten Pamekasan terhadap pendidikan sudah tidak bisa diragukan lagi.

Program-program pendidikan yang sudah dijalankan selama ini, sudah mampu mengantarkan pendidikan di Pamekasan pada capaian tahapan yang bagus. Kondisi itu bisa dilihat dari Angka Partisipasi Murni (APM) di sekolah-sekolah yang sudah mencapai 13,61 persen.

Dengan artian, lama pendidikan sekolah telah mencapai lebih dari 13 tahun. Kondisi itu menjadi salah satu prestasi yang perlu di apresiasi dalam dunia pendidikan. “Partisipasi pendidikan disini sudah di atas rata-rata kabupaten/kota di Jawa Timur. Hal itu akan semakin bagus jika didukung dengan program-program kesehatan yang baik,” ujarnya.

Selain sektor kesehatan, Baddrut Tamam juga diingatkan untuk selektif dalam memberikan kebijakan. Terutama mengenai urusan tata ruang daerah. Sebab, 40 persen angkatan kerja masyarakat di Pamekasan bergerak di bidang pertanian dan perikanan.

Oleh karenanya, menurut Pakde Karwo, bupati dan wakil bupati terpilih harus bisa fokus mempertahankan lahan pertanian, utamanya lahan pertanian produktif yang dimiliki warga. Sebab jika tidak demikian, dikhawatirkan, lahan pertanian produktif akan beralih fungsi menjadi bangunan-bangunan yang mengikis penghasilan warga.

“Lahan pertanian produktif di sini sangat luas. Sehingga, Pak Bupati harus bisa memberikan kebijakan tata ruang yang bisa mengangkat potensi itu,” pungkasnya. (pin/ito/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *