oleh

Songgo Sukmo Hidupkan Kembali Budaya Jemparingan

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Banyak budaya di Kabupaten Bangkalan yang sudah tergerus zaman. Tak ayal banyak orang meninggalkan budaya itu demi terlihat modern. Salah satunya yakni budaya jemparingan yang ada di Kabupaten Bangkalan.

Namun, tidak demikian dengan Komunitas Jemparingan Songgo Sukmo yang ada di Bangkalan. Komunitas yang anggotanya lebih dari 250 orang ini bertekad menghidupkan kembali budaya tersebut.

Raden Muhammad bin Rachmad atau yang biasa dipanggil Raden Hambali ini yang menjadi pembina sekaligus pelatih di Paguyuban Jemparingan Songgo Sukmo. Dia aktif menekuni budaya ini sejak tahun 2015 lalu.

Dibentuknya komunitas tahun 2016 tersebut, diakui untuk menguatkan kembali budaya jemparingan yang merupakan budaya yang sudah tidak ada di Madura, khususnya di Bangkalan.

“Dari situ saya ingin membawa pulang kembali marwah leluhur bahwa budaya jemparingan ini dari kerajaan Mataram dulu,” katanya, Minggu (6/9/2020).

Lanjut dia, kerajaan Mataram yang mengajari panahan tradisional ini. Sehingga, dia menginginkan kaum milenial dan masyarakat pada umumnya untuk mengenal dan bisa melestarikan budaya yang sudah lama hilang itu.

“Alhamdulillah, sudah banyak anggotanya termasuk mahasiswa dan sudah masuk kegiatan UMKF. Di Bangkalan sendiri anggotanya sudah 100 orang lebih,” ujarnya.

Lanjutnya, Jemparingan Songgo Sukmo ini telah membuka cabang di berbagai daerah termasuk luar Bangkalan. Salah satunya yakni di Blitar, Gresik dan Jepara. Selain tiga kota itu, lelaki yang kerap disapa Mas Aang ini menuturkan, akan kembali membuka cabang di Sampang dan Sumenep.

“Kami membuka tiga kali latihan dalam seminggu, hari Rabu, Sabtu sore dan Minggu pagi,” terangnya.

Sejak diresmikannya Jemparingan, Mas Aang menyebut sudah mengikuti berbagai lomba panahan tradisional. Mulai lomba tingkat provinsi hingga nasional. Bahkan dirinya sudah dua kali memenangkan lomba.

Budaya yang sudah tidak ada di Bangkalan ini, diharapkan agar bisa lebih lestari dan berkembang serta tidak keluar dari pakem.

“Komunitas Jemparingan Songgo Sukmo ini juga sudah terdaftar di Persatuan Panahan Tradisional Indonesia (Perpatri) Jawa Timur,” pungkasnya. (ina/pin)

Komentar

News Feed