Sopir AU di Bangkalan Kecipratan Pemberlakuan PTM

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) SUMRINGAH: Para sopir angkutan umum ketika menaikkan siswa/i SMPN 5 Bangkalan di dekat Ganesha Operator Bangkalan, kemarin.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN  – Usai sekolah menerapkan kembali pembelajaran tatap muka (PTM), sopir angkutan umum (AU) kecipratan rezeki melimpah. Sebab, saat ini mereka bisa kembali beraktivitas mengangkut siswa/i yang ingin berangkat sekolah. Bahkan, perbedaan pendapatan supir  sebelum PTM cukup signifikan.

Biasanya, mereka hanya mampu mengumpulkan keuntungan kisaran puluhan ribu, saat ini para sopir mampu memperoleh keuntungan hingga ratusan ribu. Sebab, AU kembali sesak dengan penumpang siswa/i. Hal ini diakui salah satu sopir AU di Kabupaten Bangkalan Amin, Selasa (7/9/2021).

Menurutnya, penumpang mulai menggeliat setelah sekolah menggelar PTM. Bahkan, dampak pastinya dirasakan dari penghasilan yang diperoleh setiap sopir. Yakni, diprediksi naik 80 persen dari sebelum diberlakukan PTM. “Sangat meningkat, yang sebelumnya sepi, sekarang ramai,” uujarnya.

Dia menuturkan, aktivitas masyarakat yang dibatasi serta kegiatan sekolah yang dilakukan secara daring sangat terasa dampaknya bagi kalangan sopir. Sehingga, ketika sudah tidak diberlakukan lagi, semua sopir AU bersemangat mencari nafkah. “Sebelum sekolah masuk, sehari hanya memperoleh Rp30-40 ribu, alhamdulilah sekarang sudah mendingan,”ucapnya.

Berdasarkan pantauan Kabar Madura, lalulalang belasan AU antri di depan pintu masuk SMP Negeri 5 Bangkalan yang berdampingan dengan SMA Negeri 2 Bangkalan menunggu siswa pulang sekolah. Sekitar pukul 11.00 WIB, para siswa/i mulai keluar dari halaman sekolah.

Sontak, para sopir yang siaga menunggu kedatangan siswa mengajak sembari mengarahkan masuk ke dalam angkutan umum. “Kami sekarang sudah merasakan aktivitas normal kembali, seolah mulai punya harapan baru lagi,” terangnya.

Salah satu siswa SMPN 5 Bangkalan Putri Noviyanto menyampaikan, dengan adanya para sopir angkutan umum yang sudah bersiap mengantar pulang cukup dirasakan manfaatnya bagi para siswa. Yakni, lebih cepat pulang dan menghindari kerumunan. “Kami bisa langsung pulang tanpa menumpuk di depan gang sekolah,” responnya.

Putri menjelaskan, tarif yang ditaksir untuk pelajar mulai dari Bangkalan ke Socah, hanya Rp 3000 rupiah. Sedangkan,  arah atau menuju Kecamatan Kamal Rp5.000 rupiah. “Tapi kalo diminta lebih, kami juga kadang memberikan Rp5.000 rupiah untuk turun di Kecamatan Socah,” responnya.  (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *