oleh

Sosialisasi Asuransi Ternak Sapi Kurang Masif

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) belum diminati masyarakat peternak. Indikasinya, dari 19 ribu ekor ternak sapi di Pamekasan, yang ikut saat ini masih di bawah 25 ekor.

Kepala Seksi Keanekaragaman dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Pamekasan Pamekasan, Joko Kacung mengatakan, sedikitnya peminat itu karena kurang adanya kesadaran.

Padahal menurutnya, AUTS sangat berfungsi dan ada resiko yang dijamin, misalnya, sapi mati karena penyakit, sapi mati karena beranak, sapi mati kerana kecelakaan dan sapi hilang.

“Yang menjadi kendala, sosilisasinya belum merata, petugas dari Jasindo sangat minim, kesadaran masyarakat rendah,” katanya, Kamis (11/7).

Joko menyampaikan, ada sekitar 150 ekor yang ditarget pemerintah pada tahun 2019 ini. Namun, jika melihat respon peternak yang belum antusias, maka target itu belum mampu dicapai dengan baik.

Adanya klaim asuransi ini, jelasnya, peternak dapat menjadikannya sebagai modal untuk membeli ternak sapi kembali, sehingga usaha peternakan sapi tetap berlanjut.

Diharapkan, AUTS semakin diminati dan diakses peternak, karena program ini mampu memproteksi usaha peternakan sapi dan peternak tidak ragu lagi untuk mengembangkan usahanya.

Besaran pengganti yang dijaminkan yakni Rp10 juta dengan premi yang disubsidi pemerintah, yakni dari premi Rp160 ribu, peternak cukup membayar Rp40 ribu ekor untuk perlindungan satu tahun.

Sementara itu, Rudi (38), salah seorang peternak sapi di Kecamata Proppo mengaku sempat mendengar mengenai asuransi sapi itu. Namun, hingga kini belum mengetahui secara detail.

“Saya juga ingin sosialisasi yang lebih detail baik dari pemerintah, agar masyarakat paham atas asuransi tersebut,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Apik menyampaikan, pemerintah harus berupaya melakukan sosialisasi terhadap masyarakat. Dengan demikian, peserta asuransi ternak juga semakin banyak. (imh/waw)

Komentar

News Feed