Sosok Agus Mulyadi Usai Kalah di Pilwabup Pamekasan, Beternak dan Tunggu Azan Tiba

(KM/ALI WAFA) SEDERHANA: Agus Mulyadi kembali ke aktivitas semua sebagai tokoh Muhammadiyah dan takmir masjid Al-Falah, Bugih.

KABARMADURA.ID | Agus Mulyadi (61) resmi kalah dari Fattah Jasin. Perolehan suaranya hanya tiga biji. Sementara Fattah Jasin melambung 39 suara. Dengan begitu, pupuslah harapan Agus untuk menjadi wakil bupati Pamekasan. Meski begitu, dia tetap seorang birokrat yang pernah berjasa untuk Pamekasan.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Usai kalah dalam perhelatan pemilihan wakil bupati (pilwabup) Pamekasan, Agus kembali menjalani aktivitas sehari-harinya. Dia kembali aktif sebagai bendahara Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Pamekasan dan tetap menjadi sekretaris takmir Masjid Al-Falah, Bugih. Di lingkungan jamaah Masjid Al-Falah, Agus dikenal pribadi yang ramah dan supel.

Bacaan Lainnya

Tidak seperti pensiunan lainnya, Agus tidak memiliki aktivitas berat usai purna tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN). Dia tidak memiliki bisnis, maupun usaha sampingan lain. Untuk memenuhi kebutuhannya, dia hanya mengandalkan dana pensiun dari negara. Aktivitasnya saat ini hanya memberi pakan ayam setiap pagi dan sore.

Sekarang Agus memiliki tujuh ekor ayam. Awalnya dia punya delapan ekor. Namun, pada awal puasa lalu, satu ekor dipotong untuk bersantap sahur bersama keluarga. Selain beternak ayam, rutinitas Agus kini hanya menunggu waktu salat dan azan. Saat sudah tiba waktu salat, dia ke masjid Al-Falah mengendarai motor Supra Fit tahun 2014-nya.

“Saya kan memang tidak pernah punya mobil. Iya dulu ada mobil dinas. Cuma motor Supra itu,” ungkap Agus.

Selain ayam, motornya juga setia mengantarkan Agus ke mana pun dia ingin pergi. Mulai dari ke masjid, hingga ke pasar. Karena meski mantan calon wakil bupati, Agus biasa ke pasar berbelanja kebutuhan dapur.

Bukan tidak ingin mengendarai mobil, Agus memang tidak pernah memiliki mobil. Selama menjadi kepala dinas, dia terbantu dengan mobil dinas. Kini dia hanya punya motor.

Bahkan, Agus berencana menjual tanah warisan mendiang ayahnya untuk membeli mobil. Tapi hingga saat ini, belum ada pihak yang tertarik dengan tanah miliknya. Sebenarnya Agus bisa sabar tanpa punya mobil. Namun anak ketiga, atau anak bungsunya terus merayu dan memohon untuk punya mobil. Karena itu, tanahnya di Desa Larangan Tokol ingin dijual.

Kendati pribadi yang sederhana, namun Agus tampil percaya diri saat pemilihan wakil bupati. Dengan jas hitam yang dikenakannya, dia tampil gagah di hadapan seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan. Dia tidak kalah gagah dengan Fattah Jasin. Namun sayang, penampilan Agus belum mampu menyihir para anggota legislatif. Dia mengaku kalah kepada Fattah Jasin.

“Saya sebenarnya, birahi kekuasaan sudah tidak ada lagi. Tetapi karena ini panggilan nurani untuk kembali aktif di pemerintahan maka saya terima tawaran itu,” pungkasnya.

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.