oleh

Sosok Bersahaja Kepala KUA Kecamatan Sumenep, Profesional dan Proporsional Jadi Prinsip Mengabdi

Kabarmadura.id/Sumenep-Perilaku seseorang menjadi cerminan hidup dalam kesehariannya, menjadi apa pun yang dicita-citakan, selalu diimbangi dengan dengan hati ikhlas, keimanan serta terus meningkatkan ketaqwaannya. Sosok itu sepertinya melekat pada Moh. Afif yang saat ini menjabat sebagai kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumenep.

IMAM MAHDI, SUMENEP

Moh. Afif adalah orang yang lahir dari keluarga menengah ke bawah. Namun, hal tersebut tidak dijadikan alasan dalam mengubah nasibnya. Afif kecil sudah ditinggal ibunya. Namun, dia tidak lantas putus asa pada keadaan yang dialaminya. Terus berusaha dan yakin bahwa semua itu adalah ujian, jadi prinsipnya.

Pria Sumenep 19 September 1976 ini, terus belajar dan pantang menyerah menghadapi semua rintangan. Sebab menurutnya, orang yang paling sukses dan paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa.

“Manusia yang ingin sukses harus dapat bersikap profesional dan proporsional dalam mencapai tujuan tersebut, sebab sesungguhnya tujuan akhir seorang manusia adalah mewujudkan peribadatan kepada Allah dengan iman dan taqwa,” katanya, Senin (17/2/2020).

Prinsip tersebut mulai terbangun sejak kecil, bahkan ketika mondok di Pesantren Tebuireng, Jombang. Statusnya sebagai santri, kian mengokohkan keimanam dan ketaqwaaannya. Bahkan dia mengakui, menjadi ASN tidak terencana sebelumnya.

“Allah akan mengangkat derajat seorang mana kala bertaqwa serta beriman disertai usaha yang mapan,” tuturnya.

Afif tertarik menjadi ASN pada tahun 1999 lalu. Saat itu dia mengikuti tes dan lulus serta mendapatkan SK pengangkatan pada tahun 2000.

Karirnya diawali menjadi staf di KUA dan menjadi PPN di Kecamatan Arjasa tahun 2000.  Tujuh tahun kemudian, berhasil menjabat kepala KUA Arjasa, tepatnya pada tahun 2007 hingga 2010.

Selanjunya, dia menjadi kepala KUA di beberapa kecamatan, seperti Ambunten pada tahun 2010-2012, Kecamatan Lenteng pada tahun 2012-2015, Kecamatan Kaliaget tahun 2015-2018. Kemudian pada tahun 2018 hingga saat ini menjadi kepala KUA Kecamatan Sumenep.

“Perjalanan karier dijalani dengan penuh keikhlasan serta kesabaran,” ujarnya.

Dalam dunia pendidikan, Afiff menempuh pendidikan madrasah ibtidaiyah (MI) di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Gapura Barat, Sumenep dan lulus tahun 1988. Kemudian melanjutkan di Madrasah Tsnawiyah (MTs) Nasy’atul Muta’allimin Gapura, Sumenep.

Pada tahun 1999, dia melanjutkan ke jenjang madrasah aliyah (MA) di Ponpes Tebuireng dan lulus 1994. Jenjang perguruan tinggi diselesaikan di  Institut Keislaman Hasyim Asy’ari (IKH) yang sekarang menjadi Universitas Hasyim Asy ‘ari (Unhasy) dan lulus 1998. Pendidikan pascasarjananya diselesaikan di Universitas Wr Supratman Surabaya tahun 2011.

Putra dari pasangan Almarhum KH. Makruf dan Ummi Salmah ini meyakini bahwa menjadi ASN juga berkat doa kedua orangtuanya. Ayahnya dulu sebagai guru dan merupakan Rois Syuriah MWC NU Gapura.

Istrinya, Nor Azizah saat ini membantu mengajar di pondoknya. Dari pernikahannya itu, Afif dikaruniai dua anak. Putri pertamanya bernama Atina Aufa Afifah  kini duduk di kelas 1 SMP Tahfid Al -Amin Prenduan, kemudain putra keduanya, Mohammad Fahd Annabil, saat ini masih kelas dua MI.

Selain aktif di pendidikan formal, juga aktof di berbagai organisasi. Saat berstatus siswa Mts, sempat menjabat sebagai ketua OSIS. Sedangkan di tingkat mahasiswa, dia tergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jombang dan dari tahun 2017 hingga saat ini aktif di MWC NU Kalianget, Sumenep.

“Pesan saya pada generasi penerus, harus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Sebab, ke depan ini tantangan zaman semakin berat, jangan sampai tergiur dengan narkoba dan pergaulan bebas. Sebab, itu hal yang sangat berbahaya bagi insan saat ini,” pungkasnya. (waw)

Komentar

News Feed