oleh

Sosok Nisa di Balik Kontribusi Besar YMPI

Kabarmadura.id-Sebelum kasus Covid-19 pertama di Pulau Madura diumumkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim), pada 29 Maret 2020, Kelompok Usaha Produktif (KUP) Pojur telah bersiap lebih dini untuk menjaga karyawannya. Itu agar tidak terinfeksi dengan menyediakan tempat cuci tangan, menyediakan handsanitizer, memberikan, masker, hingga khusus karyawan Kabar Madura dibelikan jaket kulit.

Bahkan tidak sebatas untuk KUP Pojur, Madura United melibatkan karyawan dan relawan suporter melakukan penyemprotan cairan disinfektan di empat kabupaten Madura, yakni Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.

Baru di akhir Bulan Maret, ide brilian muncul dari Chief Operating Officer (COO) Madura United Annisa Zhafarina untuk mendirikan wadah bagi donatur yang ingin berkontribusi dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Alhasil, ide tersebut menjadi cikal bakal berdirinya Yayasan Madura Peduli Indonesia (YMPI) yang dipimpin Umar Wachdin.

Lalu, YMPI itu mulai menggaungkan membuka pintu bagi donatur untuk bersama-sama mencegah penyebaran wabah Covid-19. Serta, YMPI berkolaborasi dengan Madura United untuk melelang jersey bersejarah yang digunakan tour Malaysia pada pra-musim 2020 itu.

“Ini tidak terlepas dari ide brilian COO Madura United Annisa Zhafarina. Dia punya impian untuk bisa berkontribusi besar dalam musibah bersama ini di tengah terhentinya kompetisi. Iya, itu berdirilah YMPI (Yayasan Madura Peduli Indonesia),” kata Ketua YMPI Umar Wachdin.

Di samping itu, Umar menyampaikan, melalui jaringan dan ide Nisa, YMPI juga bisa mendapatkan banyak donasi, hingga ratusan juta.

Tak ayal, YMPI dapat menyalurkan 320 Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap yang berupa hazmat, safety boot, sprayer, face shield, dan helm. Serta, 300 leter disinfektan, 250 liter handsanitizer, dan 14.160 masker dengan masing-masing 10.500 masker medis dan 3.660 masker kain.

Selain upaya pencegahan, YMPI juga memberikan bantuan berupa paket sembako terhadap warga Madura yang terdampak wabah Covid-19. Tercatat, 7.200 paket sembako dengan masing-masing, paket gelombang pertama berupa beras, gula dan minyak, paket kedua berupa beras, minyak, dan mie, paket ketiga berupa beras, minyak, dan tepung. Pendistribusian sembako itu dilakukan secara bertahap tiga kali yang dipungkasi pada Selasa (19/5/2020) pagi.

“Kami mendapatkan banyak donatur hingga bisa berkontribusi terhadap pencegahyan Covid-19 dan memberikan bantuan kepada terdampak Covid-19. Itu berkat jejaring Nisa dan masukan-masukannya untuk mengembangkan YMPI ini,” tutupnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed