oleh

SPAHP Menyesal Catut Nama Sekretaris Ikaba

Kabarmadura.id/Pamekasan-Mencatut nama sekretaris Ikatan Alumni Bata-Bata (Ikaba) sebagai orang yang ditengarai terlibat praktik nepotisme dalam rekrutmen penyuluh agama di Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, Solidaritas Penyuluh Agama Honorer Pamekasan (SPAHP) akhirnya meminta maaf.

Alasan permohonan maaf itu disampaikan, lantaran dugaan tersebut tidak terbukti setelah diaudit oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur (Jatim).

Ketua SPAHP Fathorrahman mengaku, pencatutan atas nama sekretaris Ikaba yang dilakukannya, murni keteledorannya. Karenanya dia meminta maaf atas pencatutan yang telah dijadikan sebagai bahan bukti dalam gugatan terhadap hasil rekrutmen penyuluh tersebut.

“Saya meminta maaf atas pencatutan nama Anwari sebagai sekretaris Ikaba, setelah dikonfrimasi ternyata Ikaba tidak pernah merekomendasikan kepadanya,” paparnya.

Fathor juga mengaku, dia dengan pengurusnya sangat menyesal atas pencatutan nama Ikaba. Sehingga, hal itu sebagai bahan evaluasi untuk ke depan, agar saat menyikapi persoalan bisa lebih hati-hati.

Bahkan dirinya telah mendatangi langsung Ketua Ikaba di Pondok Pesantren Bata-bata sebagai bentuk tanggung jawabnya atas tindakan yang telah dilakukannya. Pertemuan tersebut belangsung pada Senin 10 Februari 2020, dan ditemui oleh ketua Ikaba.

Sementara itu, Ketua Ikaba Moh. Ruba’i menyampaikan, kordinator SPAHP memang sudah mendatanginya di Pondok Pesantren Bata-bBta untuk meminta maaf serta mengklarisifikasi atas perbuatan yang dilakukannya.

“Ya memang benar adanya permintaan maaf dari SPAHP atas pencatutan nama sekretaris Ikaba,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya SPAHP yang dikordinatori Fathor menyebut 20 nama yang diindikasikan melakukan kolusi dan nepotisme. (rul/waw)

Komentar

News Feed