oleh

Spirit Milenial Madura

Salah satu faktor utama yang mentukan kemajuan suatu bangsa adalah peran pemudanya. Pun demikian dengan kemajuan suatu daerah, peran kaum muda menjadi elemen utama yang menjadi penopang pengembangan daerah. Dalam hal ini, saya ingin lebih menfokuskan pada daerah kelahiran saya yaitu Pulau Madura. Artinya, bagaimana potensi kaum muda di Pulau Garam ini dalam mewujudkan perbaikan di berbagai sektor kehidupan. Apalagi sejauh yang saya amati, beberapa tahun ini, kesadaran masyarakat Madura terhadap urgensi pendidikan mengalami peningkatan. Tentu saja ini pendapat subjektif saja. Hal tersbut dibuktikan dengan banyaknya orang tua yang menyekolahkan anaknya hingga pendidikan tinggi. Bahkan tidak jarang yang meneruskan kuliah di beberapa kampus terbaik di negeri ini.

Pemuda Madura adalah aset utama untuk membangun Madura. Untuk selanjutnya sayanmenyebut pemuda Madura dengan istilah milenial Madura. Biar lebih kekinian tentunya. Milienial Madura merupakan SDM lokal yang sangat berpotensi menciptakan perubahan yang lebih progresif. Karena bisa dikatakan generasi ini adalah generasi yang sangat melek teknologi; generasi digital. Generasi yang tidak asing lagi dengan namanya internet. Juga menjadi pengguna aktif internet; termasuk media sosial dan sejenisnya. Tidak heran jika generasi ini sangat peka terhadap informasi terkini. Baik informasi skala internasional, nasional, maupun yang lokal. Generasi ini benar-benar menggeam dunia lewat smartphone.

Dalam catatan ini, saya ingin lebih fokus pada bagaimana peran milenial Madura dalam memnbangun daerahnya; yaitu Pulau Madura. Berbicara masalah peran milenial; tentu saja kita tidak bisa lepas dari passion  yang dimiliki oleh mereka. Karena masing-masing milenial memiliki passion yang berbeda-beda. Beberapa passion yang dimiliki oleh milenial semisa: menulis, melukis, mengajar, mendesain, berwirasuaha, membatik, dan lain sebagainya. Saya pun percaya setiap milenial memiliki bakat dan minat tersendiri. Bakat yang kadang mereka sendiri tidak menyadari bahwa mereka memilikinya. Potensi itu akan terus berkembang jika diasah dengan optimal. Sekarang adalah bagaimana mengarahkan passion itu agar mampu memajukan Pulau Madura?

Saya yakin setiap daerah memiliki milenial yang cemerlang. Termasuk juga di Pulau Madura. Di pulau ini, banyak milenial yang cerdas dan memiliki ketereampilan yang mumpuni di berbagai bidang. Milenial Madura tidak bisa dipandang sebelah mata. Betapa banyak mileninal Madura yang menjadi juara di berbagai kejuaraan. Hanya saja jarang ada media yang meliputnya. Hal tersebut menjadi bukti bahwa intlektualitas milenial Madura tidak bisa dianggap remeh. Hanya saja yang menjadi harapan kita adalah peforma mereka terus berlanjut ketika  berbaur di tengah masyarakat. Tidak hanya cerdas dan pintar ketika ada di sekolah/ kampus. Tapi mesti bisa menyalurkan ilmu dan skill yang dimiliki untuk memajukan Madura. Bagaimanapun juga, masyarakat Madura menantikan peran milenial tersebut. Berharap ada gagasan-gagasan yang brilian dalam menyelesaikan segala persoalan yang ada. Selain itu, masyarakat Madura juga berharap agar milenial Madura bisa turut serta bersama-sama membangun Madura melalui kemampuan yang dimilikinya. Dalam hal ini, kepedulian dan kepekaan sosial sangat menentukan. Percuma menjadi milenial cerdas jika hanya menguntungkan diri sendiri. Lantas apa dampak dari pendidikan tinggi jika hanya untuk memperkaya diri?

Nilai seseorang di tengah masyarakat bukan pada rentetan gelar. Juga tidak bergantung pada status sosial yang dimilikinya. Nilai manusia bergantung pada sejauh mana kiprahnya di tengah masyarakat. Apakah selalu menebar kebermanfaatan. Atau justru bersikap acuh dengan keadaan di sekelilingnya. Semua bergantung pada kita dalam menyikapinya. Maka daripada itu, hal ini menjadi tantangan bagi milenial Madura. Apakah mereka ingin terus menebar inspirasi, motivasi, atau menebar kebaikan di tengah masyarakat atau tidak? Sekali lagi, keberadaan seseorang menjadi tidak berharga jika selama hidupnya hanya mementingkan diri sendiri. Apalagi menjadi benalu di tengah masyarakat. Sungguh, kita sangat tidak mengharapkannya.

Salah satu contoh nyata peran milenial Madura dalam membangun Madura misalnya di dunia pendidikan; milenila Madura bisa bergandengan tangan, bersatu padu mengajarkan balistung (baca, tulis, berhitung) di berbagai pelosok Madura. Mereka juga bisa berperan sebagai agen literasi di tengah masyarakat. Dengan begitu, diharapkan minat baca masyarakat Madura kian berkembang. Tentu mesti direncanakan secara matang melalui progam-progam yang berkelanjutan. Milenial tersebut mesti bersedia menjadi mentor yang siap mendampingi dan mengarahkan. Tugas dan tanggung jawab milenial; terutama yang telah mengenyam pendidikan tinggi; yaitu ikut serta mencerdaskan kehidupan masyarakat.

Selain di bidang pendidikan; bidang garapan milenial yang lainnya yaitu kebudayaan. Kita tahu Madura menyimpan warisan budaya lokal yang begitu unik; semisalnya karapan sapi. Dalam hal ini, milenia bisa mengambil bagian dalam memperkenalkan sekaligus mempromosikan ke dunia luar terkait budaya Madura. Menyiarkan ke dunia luar bisa melalui saluran media sosial. Saya rasa mereka paham betul bagaimana cara mempromosikannya. Lebih bagus lagi jika ada yang membuat akun di medsos khusus untuk memposting berita atau informasi berkaitan dengan budaya Madura.

Selain dua bidang di atas, masih banyak lagi tentunya yang bisa jadi garapan anak-anka milenial Madura. Yang paling penting adalah para milenial tak boleh lesu, loyo, letoy atau kehilangan semangat dalam mengabdi dan berkarya. Spirit milenial harus tetap menyala. Semangat milenial mesti tetap terjaga. Gairah untuk berbagi harus terus terpupuk dalam jiwa. Jangan biarkan semangat mengendor. Teruslah menebarkan inspirasi. Jadilah milenial yang produktif dan proaktif dalam membangun Madura. Hidup kita hanya sekali. Jadikanlah bermakna dengan menebar manfaat.

Penulis: Muhammad Aufal Fresky (Milenial Madura/ Staf Ahli Majalah New Fatwa/ Pengurus Yayasan dan Ponpes Al-Ikhlas/ Kader Penggerak Nahdlatul Ulama)

Komentar

News Feed