oleh

SPP Gratis Hanya Berujung Wacana

Kabarmadura.id/SUMENEP-Sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) gratis yang diwacanakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui program pendidikan gratis dan berkualitas (TisTas), tidak ada kejelasan. Padahal, wacana tersebut sudah sejak tahun 2019 lalu dan akan direalisasikan 2020.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur di Sumenep Syamsul Arifin mengatakan, program itu hingga saat ini belum ada surat resmi dari gubernur Jawa Timur. Sehingga, siswa masih membayar SPP sebagaimana mestinya.

“Jika belum ada surat resmi dari gubernur atau kadisdik provinsi berarti masih belum diberlakukan,” katanya Selasa (7/7/2020).

Dirinya masih berpedoman pada Undang-Undanng Sikdiknas bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah masyarakat dan orang tua. Kemudian Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 Tentang Komite.

Dalam pasal 10 dalam ayat ABCD Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016, komite sekolah boleh meminta partisipasi orang tua siswa dalam rangka untuk kemajuan sekolah melalui SPP dalam menunjang pembangunan sekolah.

Saat ini, besaran SPP bervariasi, tergantung kebijakan sekolah masing-masing. Tetapi, pada umumnya, untuk SMA senilai Rp70 ribu dan untuk SMK nonteknik Rp110 ribu, untuk SMK teknik Rp135 ribu per bulan.

“Jika nanti terwujud, maka SPP tidak usah ditarik,” tuturnya.

Berdsasarkan data Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Sumenep, terdapat 165 SMA/SMK di Sumenep. Rata-rata, 30 sampai 40 persen merupakan siswa tidak mampu. Para siswa tidak mampu tersebut, dibanti Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) atau bantuan SPP dari Pemprov Jatim. (imd/waw)

 

Komentar

News Feed