oleh

SPP Gratis untuk MA Masih Buram, 153 Madrasah di Sumenep Menunggu Kejelasan

Kabarmadura.id/Sumenep-Hingga saat ini, wacana Gubernur Provinsi Jawa Timur Khofifah Indarparawansa yang akan menerapkan SPP gratis untuk Madrasah Aliyah (MA) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) masih buram. Pasalnya, belum ada petunjuk teknis dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jatim terkait hal tersebut.

Kepala Kemenag SumenepM. Juhedi mengatakan, untuk penerapan program Pendidikan Gratis dan Berkualitas (TisTas) saat ini masih menunggu surat resmi. Dirinya mengakui, sebelumnya sudah ada wacana mengenai SPP gratis, tetapi masih menunggu kejelasan.

“Masih belum ada SPP Gratis. Saya berharap tahun ajaran baru sudah mulai diberlakukan,” katanya, Minggu (12/7/2020).

Menurutnya, setelah diberlakukan untuk SMA/SMK, kini sumbangan pembinaan pendidikan atau SPP gratis akan segera digulirkan untuk jenjang madrasah aliyah (MA) yang berada di bawah Kemenag. Rencananya, program SPP gratis tersebut mulai berlaku pada tahun ajaran baru 2020-2021. Namun, masih belum terwujud hingga saat ini.

Kebijakan yang telah direncanakan 2019 itu tentu bakal disambut baik oleh lembaga Madrasah Aliyah (MA), baik negeri maupun swasta, jika memang benar-benar direalisasikan tahun ajaran ini.

“Rencananya tahun ajaran baru ini SPP MA sudah disubsidi. Besarannya sekitar Rp2 juta per siswa per tahun,” ujarnya.

Subsidi itu, menurutnya, merupakan kelanjutan dari program Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebelumnya, program serupa sudah didahului oleh lembaga SMA dan SMK. Sedangkan lembaga MA sendiri, sebelumnya masih memberlakukan dana silang atau partisipasi dari masyarakat.

“Dengan adanya subsidi ini sekolah tidak perlu lagi memungut SPP dari masyarakat,” tuturnya.

Kepala Seksi Pendidikan dan Madrasah (Pendma) Kabupaten Sumenep Mohammad Tawil juga mengatakan, program gratis SPP di jenjang MA belum ada surat edaran resmi, apalagi juknis.

“SPP gratis MA hingga saat ini masih belum ada kabar dari Pemprov Jatim,” tukasnya.

Meski belum turun, Mohammad Tawil meyakini bantuan itu akan terealisasi. Sebab menurutnya, Kemenag sudah memperjuangkan pada pemprov, bahkan telah berdiskusi dan mengkaji mengenai SPP gratis.

“Tujuan pengajuan itu agar tidak ada perbedaan antara SMA dengan MA,” ujarnya.

Bahkan, beberapa waktu lalu dirinya sempat ikut dalam pertemuan bersama gubernur Jatim untuk membahas TisTas. Hasilnya, gubernur Jatim sudah memberikan kepastian bahwa TisTas juga akan diberikan kepada MA.

“Pengajuan pada Pemprov Jatim sudah diajukan sejak lama. Yakni, pada saat SMA ada kebijakan mendapat bantuan,” ujarnya.

Tawil menjelaskan, mengenai besaran bantuan belum ada pembahasan secara detail yang akan diterima MA. Namun, kemungkinan dana yang diterima akan sama dengan SMA. Dana dari program bernama Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) tersebut akan diberikan kepada siswa per bulan.

“Kemungkinan dalam waktu dekat sudah ada titik terang,” ujarnya.

Tawil menambahakan, jumlah MA di Kabupaten Sumenep sebanyak153 madrasah. Dengan adanya program ini diharapkan semua siswa di Sumenep mendapatkan bantuan yang layak. (imd/pai)

Komentar

News Feed