oleh

Status BLUD 30 Puskesmas di SumeneptelahMerata

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada 30 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kota Keris tahun initelah merata. Hal itu gunamemaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Agus Mulyono mengatakan, pendampingan untuk mengurus proses BLUD di 30 puskesmas sempat disediakan Rp300 juta.

“Sudah BLUD semua. Tapi,saat ini memang merata.Terutama di daerah daratan,” katanya.

Dijelaskan, laporan puskesmas sudah maksimal, terutama laporan pokok, standar layanan minimal, dan persyaratan lainnya sudah tuntas. Utamanyadalam melakukan kegiatan didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas yang tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri)Nomor 61 Tahun 2007. Tujuannyadalamrangkamemberi layanan umum secara lebih efektif dan efisien. Itu sejalan dengan praktik bisnis yang sehat.

Menurutnya, ada beberapa syarat untuk memjadikan puskesmas berstatus BLUD.Di antaranya syarat subtantif, teknis, dan administratif.Sehingga jika terpenuhi, diyakini masuk dalam kategori BLUD.

“Itu juga ada indikasi nanti; selain untuk memudahkan layanan, juga bisa menyumbang PAD,” imbuhnya.

BLUD puskesmas merupakan program untuk meyakinkan masyarakat terhadap pelayanan medis di setiap puskesmas. Sebab, berbagai peningkatan pelayanan akan diberikan kepada masyarakat, seperti peningkatan regulasi dan penanganan medis besertakesehatan masyarakat. Termasukpengelolaan keuangan. Sementara PAD-nya ditargetkan Rp2 miliar pertahun.

Dia menambahkan, BLUD tersebut sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Pelayanan Umum (PKBPU) sebagaimana telah diubah pemerintah Nomor74 Tahun 2012. Sehingga, puskesmas menjadisuatu unit pelaksana fungsional yang berfungsi sebagai pusat kesehatan serta pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Penagihan Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPKAD) SumenepSuhermantomenyatakan, salah satu sektor penunjang PAD adalah dari dinkes. Namun, selama ini itu tidak maksimal.

“Tahunkemarin tidak mencapai target. Jika sudah BLUD, bisa dimaksimalkan,” paparnya. (ara/nam)

 

Komentar

News Feed