Polisi Jadikan Pembuang Serbuk Pewarna ke Sungai di Pamekasan sebagai Saksi

News, Headline123 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN –Fenomena berubahnya warna air sungai di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Pamekasan, menjadi bahan evaluasi aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti. Berdasarkan hasil penyelidikan, ditemukan salah satu oknum dengan sengaja membuang pewarna batik seberat 15 kilogram ke sungai tersebut. 

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Pamekasan Iptu Sri Sugiarto mengatakan, terdapat  barang bukti (BB) berupa ember, bungkus plastik dan batu berwarna merah. Setelah ditelusuri lebih mendalam, terdapat karyawan toko batik yang dengan sengaja membuang pewarna tersebut lantaran sudah lama tidak terpakai dan tidak laku. 

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Biasanya, pewarna yang lama tidak terpakai itu dibuang ketika musim hujan, yakni ketika sungai meluap. 

Baca Juga:  Bupati Sumenep: KM Bersama Kami Bangun Sumenep

“Pewarna itu namanya remasol. Biasanya dibuang ketika musim hujan. Sekarang masih dalam tahap penyelidikan lebih mendalam,” ujarnya kepada Kabar Madura. , Kamis (13/7/2023). 

Terduga pelaku berinisial M (29), berasal dari Desa Campor, Kecamatan Proppo. Saat ini, status pelaku masih sebagai saksi. Kepolisian tidak bisa memutuskan pelaku sebagai tersangka hingga hasil laboratorium sampel air sungai itu keluar. 

Setelah hasil laboratorium diketahui, kata Iptu Sri, pihaknya akan melangkah ke tahapan selanjutnya sesuai standar operasional prosedur (SOP) berlaku.

“Pengawasan khusus kepada pelaku tidak ada. Karena statusnya masih saksi. Tapi kami wanti-wanti kepada M untuk selalu siap jika nantinya akan dimintai keterangan lagi,” tuturnya. 

Baca Juga:  KPU Pamekasan Terkesan Abaikan Kepesertaan BPJS 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan Supriyanto mengatakan, dari 21 parameter yang harus diuji, hanya 19 parameter yang diketahui. Sedangkan dua parameter lainnya, belum diketahui. Bahkan tidak bisa menjelaskan secara spesifik terkait kesimpulan dari hasil uji laboratorium tersebut. Sebab, masih menunggu dua parameter lainnya. 

“Secara umum, dari 19 parameter itu ada yang melampaui batas baku mutu air sungai. Spesifiknya, ketika sudah keluar semua hasil uji parameternya,” responnya. 

Pewarta: Safira Nur Laily  

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *