oleh

Status Siaga Darurat Covid-19 Belum Berakhir, Bupati Perbolehkan Kembali Perjalanan Dinas

Kabarmadura.id/Bangkalan-Jumlah pasien terinfeksi Covid-19 yang terus bertambah membuat status siaga darurat cCovid-19 belum dicabut. Bahkan status itu diperpanjang sampai 11 Agustus nanti. Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperbolehkan kembali perjalanan dinas ke luar kota.

Hal itu menyusul adanya Surat Edaran (SE) dari MenPAN RB Nomor 64 Tahun 2020 tentang Kegiatan Perjalanan Dinas bagi ASN dalam Tatanan Normal Baru. SE ini mencabut SE Menteri PAN RB Nomor 46 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan atau Kegiatan Mudik dan atau Cuti bagi ASN dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 sebagaimana telah diubah dengan SE Menteri PAN RB Nomor 55 Tahun 2020.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron menyampaikan, pihaknya akan menyesuaikan dengan daerah. Di mana perjalanan dinas itu harus sesuai dengan tujuan dan program daerah ke wilayah lain.

“Kami perbolehkan kembali, tapi tujuannya harus jelas,” terangnya.

Lebih lanjut, mantan wakil Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan ini mengungkapkan, meski pihaknya mengizinkan kembali perjalanan dinas untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), ia mewanti-wanti untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Penerapan protokol kesehatan juga perlu dilakukan. Tidak serta merta berangkat namun harus sesuai dengan protap pencegahan penyebaran Covid-19,” terangnya.

Hingga kini peta persebaran wabah Covid-19  di Bangkalan masih tinggi. Per tanggal 21 Juli 2020 masih ada 317 pasien yang dinyatakan terinfeksi Covid-19. Di mana sebaran tersebut ada di seluruh wilayah Kecamatan yang ada di Bangkalan.

Selain memberikan kebijakan diperbolehkan kembali perjalanan dinas, Ra Latif (sapaan akrabnya) menuturkan, saat ini tengah memperbolehkan pasien dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir overloadnya rumah karantina.

“Bagi pasien OTG kami izinkan isolasi mandiri di rumah. Selama isolasi mandiri di rumah ini kami tetap awasi dengan petugas kesehatan yang ada di sekitar wilayahnya,” tukasnya. (ina/pai)

Komentar

News Feed