Status Tersangka Tunggu Putusan Praperadilan

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/SUMENEP-Penetapan tersangka terhadap Kepala Cabang (Kacab) PT Pelita Petrolium Indonesia (PT PPI), Masduki Rahmad alias Dukmang, diyakini Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim), sudah sesuai prosedur, karena sudah memenuhi dua alat bukti.

Sebelumnya, tersangka kasus dugaan perdagangan solar subsidi di luar prosedur dan penimbunan itu, mengajukan prapedadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Sumenep. Pada Rabu (22/1/2020), sidang praperadilan kembali digelar. Sidang perdana telah dihgelar pada 16 Januari 2020 lalu.

Namun Polda Jatim tetap yakin, penetapan tersangka kepada Dukmang sebagai tersangka sudah sesuai prosedur. Rencananya, proses putusan majelis hakim akan diketahui pada sidang terakhir praperadilan itu pada Jumat (25/01/2020).

Sebagaimana diungkapkan Kuasa Hukum Polda Jatim AKBP Sugiarto, penetapan tersangka itu tidak atas kecurigaan semata, namun didasari hasil penyidikan serta dua alat bukti yang telah dikantongi penyidik. Bahkan, secara faktual dalam pemeriksaan, ditemukan lebih dari dua alat bukti.

“Saat ini Polda Jatim mengikuti proses praperadilan untuk menguatkan pada fase-fase selanjutnya,” katanya usai sidang praperadilan di PN Sumenep, Rabu (22/01/2020).

Sebelumnya, Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Wahyudi menyampaikan, pihaknya sempat membongkar kasus penimbunan BBM ilegal yang juga terjadi di Madura itu. Pengungkapan itu diawali dari salah satu gudang penimbunan di Sumenep dan dilanjutkan ke salah satu SPBU di Kecamatan Blega, Bangkalan.

Namun kasus yang menjerat Masduki alias Dukmang diklaim berbeda. Kasusnya tidak seperti banyak diberitakan selama ini.

“Ini kasus terpisah, perkara berbeda. Saya pastikan ini temuan berbeda,” ujarnya.

Saat itu, Polda Jatim membongkar dugaan penyelewengan BBM jenis solar di Bangkalan. Dan ternyata, BBM tersebut diduga juga dipasok ke perusahaan di Sumenep. Salah satunya, PT PPI. Hal ini sehubungan ditemukannya tiga buah tangki duduk berwarna hitam yang berisi solar di Desa Kebun Dadap Barat, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.

“Dalam tangki duduk yang ditempatkan di drum truk itu, polisi menemukan solar-solar yang ditimbun tanpa dokumen lengkap. BBM ini diduga dibeli oleh PT PPI dari PT Jagad Energi dengan harga Rp5.700 per liter. Selanjutnya dijual kembali dengan harga Rp6.000 per liter,” pungkasnya. (imd/waw)

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *