STIEBA Madura Bakal Rutin Gelar Pendidikan Dosen

  • Whatsapp

Kabarmadura.id – Kendati masih seumur jagung, namun Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bahaudin Mudhary (STIEBA) Madura terus berusaha menjadi lembaga pendidikan yang bisa memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswanya.

Mulai dari kualitas tenaga pengajar atau dosen, perguruan ringgi (PT) di bawah naungan Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary itu sangat dijaga. Sebab dosen menjadi salah satu penentu kualitas sebuah PT, sehingga menghasilkan mahasiswa yang siap bersaing.

Oleh karenanya, STIEBA Madura akan memberikan pendidikan dosen bagi semua tenaga pengajar yang ada. Bahkan tidak tanggung-tanggung, direncanakan akan menjadi tuan rumah pendidikan dosen yang secara rutin digelar oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi  (LLDikti) Wilayah VII Jawa Timur Jawa Timur setiap tahunnya.

“Kami akan  berusaha memperbaiki kualitas dosen dengan sejumlah pendidikan bagi dosen-dosen kami. Itu yang akan kami lakukan di STIEBA Madura, Insya Allah itu bisa,” jelas Ketua Yayasan Kudsiyah Mudhary Achsanul Qosasi kepada Kabar Madura.

Diakui pria yang akrab disapa AQ itu, pihaknya akan berusaha untuk bisa menyelengarakan pendidikan dosen yang digelar oleh LLDikti Wilayah VII Jawa Timur. Hal itu sebagai salah satu upaya supaya tenaga pengajarnya benar-benar profesional dan sesuai dengan harapan yang dicita-citakan STIEBA Madura.

Bahkan, keseriusan untuk bisa menyelenggarakan pendidikan dosen, presiden klub Madura United itu bersama Direktur Utama STIEBA Madura Rahmat Hidayat sudah berbincang langsung dengan Kepala LLDikti Wilayah VII Jawa Timur Prof Dr Ir Soeprapto.

“Kami sudah bicara juga dengan LLDikti bahwa Madura akan menjadi tuan rumah pendidikan dosen yang memang akan dilakukan secara reguler. Mudah-mudahan STIEBA Madura siap untuk itu,” terangnya.

Dikatakan, sesuai hasil komunikasi STIEBA Madura dengan pihak Kepala LLDikti Jawa Timur saat datang mengisi kuliah umum beberapa waktu lalu, rupanya LLDikti juga menyambut dengan baik tentang pendidikan dosen supaya bisa diselenggarakan di Madura, yakni di kampus yang beralamat di Jalan Lenteng Raya nomor 10, Lenteng-Batuan itu.

Jauh sebelum pendidikan dosen itu diikuti oleh semua dosen STIEBA Madura, AQ mengaku jika dirinya meminta kepada semua dosen yang ada, supaya cara mengajarnya di STIEBA Madura harus berbeda. Hal itu dilakukan, supaya jalannya pendidikan sesuai yang diinginkan.

“Dosen jangan terkesan menggurui. Tapi cara mengajarnya lebih kepada berdiskusi dan mengarahkan nalar mahasiswa untuk mencari yang solusi terbaik terhadap solusi dan permasalah keilmuan, sehingga bisa sesuai dengan kebuthan Indonesia selama lima tahun ke depan,” paparnya. (ong/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *