STIEBA Madura Mengubah Paradigma Tatakelola Desa

  • Whatsapp
ANTUSIAS: Para pembicara saat menyampaikan materi seminar tentang tatakelola dan pengembangan desa di STIEBA Madura, Sabtu (6/7).

Kabarmadura.id/SUMENEP-Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi KH Bahaudin Mudhary (STIEBA) Madura menyelenggarakan seminar tentang desa. Dalam seminar tersebut, hadir tiga pembicara mutakhir yang membahas tentang perkembangan dan problematika desa di Indonesia.

Mereka antara lain Sekretaris Dirjen Pembangunan dan Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaaan Masyarakat Desa (PMD) Kementerian Desa (Kemendes) Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Rosyidah Rachmawati, Direktur Sarana dan Prasarana Transmigrasi Mukhlis dan Direktur PUED Kemendes PDTT Nugroho Setijo Nagoro.

Tiga narasumber tersebut memberikan materi sesuai bidang masing-masing. Rosyidah Rachmawati menyampaikan materi program kegiatan pada Kemendes dalam rangka mendukung percepatan pembangunan desa.

Kemudian Mukhlis menyampaikan materi kebijakan pengembangan desa wisata dan desa digital, sedangkan Nugroho Setijo Nagoro menyampaikan materi pengembangan badan usaha milik desa dalam rangka percepatan kemandirian desa.

Acara yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIEBA Madura tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta, baik dari mahasiswa STIEBA Madura dan beberapa utusan kampus lain.

Ketua BEM STIEBA Madura Nur Kholis mengungkapkan, selama ini ketika masyarakat disuguhi permasalahan tatakelola desa, maka yang muncul dalam pikiran adalah masalah ketertinggalan desa atau masyarakat desa.

“Masalahnya bukan hanya di sana. Jika itu sampai mempengaruhi pola pikir kita, maka berpengaruh juga kepada psikologi, sehingga nantinya, paradigma masayarakatnya tidak percaya diri dan menghambat pembangunan,” ungkap Kholis saat sambutan, Sabtu (6/7).

Berawal dari permasalahan tersebut, menurut Kholis, dibutuhkan pemahaman untuk bisa optimis dalam mengembangkan dan membangun masyarakat pedesaan. Hadirnya para narasumber yang berkompeten tersebut diharapkan mampu membuka wawasan untuk semakin berkembang dan maju.

Ketua Panitia Seminat Ahmad Ainur Ridha Alfayad mengungkapkan terima kasihnya yang tidak terhingga kepada semua pihak yang telah ikut serta menyukseskan acara tersebut.

“Kami sebagai panitia penyelenggara acara mohon maaf apabila terdapat kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaan acara ini, utama kepada narasumber dan tamu undangan,” ungkapnya saat sambutan, Sabtu (6/7). (mad/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *