STIEBA Madura Resmi Jadi Pusat Kajian Desa

  • Whatsapp
RESMI: Pemotongan pita oleh Rosyidah Rachmawati saat meresmikan Pusat Kajian Desa.
ANTUSIAS: Penandatangan MoU Kerja Sama Pusat Kajian Desa.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi KH Bahaudin Mudhary (STIEBA) Madura telah meneken surat perjanjian, sekaligus peresmian Pusat Kajian Desa dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Sabtu (6/7).

Dari pihak STIEBA Madura diwakili oleh Direktur Utama STIEBA Madura Rachmad Hidayat dan dari Dirjen PPMD, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, diwakili oleh Rosyidah Rachmawati.

Rosyidah berharap, perjanjian tersebut akan terjalin kerja sama untuk meningkatkan percepatan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Dengan peresmian itu, STIEBA Madura menjadi pusat kajian desa setelah Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan Universitas Brawijaya (UB) Malang yang telah diresmikan sebelumnya.

“Saya sangat bangga dan memberikan apresiasi yang besar karena meskipun usianya masih muda (STIEBA Madura) namun dengan semangat dan daya juang, berhasil membentuk dan mengembangkan pusat kajian desa,” jelas Rosyidah, Sabtu (6/7).

Mengutip Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, perempuan tersebut menjelaskan bahwa, desa diberikan kewenangan untuk membangun dan mengembangkan desa dalam rangka meningkatkan kualitas, meningkatkan kesejahteraan, dan mempercepat penanggulangan kemiskinan masyarakat.

Adapun cara yang harus dilakukan adalah dengan memenuhi kebutuhan dasar, pembangunan dan penyediaan sarana dan pra sarana desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, pengelolaan sumber daya alam yang berada di desa.

“Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, sangat senang dengan adanya kerja sama tersebut dan berharap adanya masukan dari STIEBA Madura baik berupa kajian atau penelitian ilmiah,” ungkapnya.

Sedangkan Direktur Utama STIEBA Madura Rachmad Hidayat mengungkapkan, meskipun ini merupakan tugas berat dan tantangan bagi STIEBA Madura, pihaknya akan terus berinovasi untuk membantu desa dalam meningkatkan kualitas desanya, baik dengan studi kelayakan maupun lainnya.

“Kami nanti akan melaksanak classtering, kami akan inkubasi setiap desa-desa yang ada, sehingga kami kelompok-kelompokan mana yang akan dahulukan,” ungkap Rachmad, Sabtu (6/7). (mad/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *