oleh

Stimulasi Bansos Dinilai Kurang Menyelesaikan Terpuruknya Ekonomi Masyarakat

Kabarmadura.id/SUMENEP-Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim) Zainal Abidin menilai, sejak terpukul Covid-19, perekonomian di Madura, khususnya di Sumenep, sangat lemah.

Menurutnya, harus ada strategi mumpuni dalam menopang dan memulihkan ekonomi yang terus terpuruk itu. Sebab, jika hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah, tidak akan pernah cukup. Dia ingin ada strategi berupa pembinaan khusus pada usaha kecil mikro dan menengah (UMKM).

“UMKM sangat penting untuk mendapat pembinaan, tidak hanya diberikan bantuan,” katanya dalam kegiatan reses ke-II tahun 2020 di Kecamatan Gading, Sumenep, Rabu (16/9/2020).

Politisi Partai Demokrat itu menegaskan, saat ini banyak kaum perempuan di Madura membutuhkan peralatan UMKM. Oleh karena itu, harus diperjuangkan demi kesejahteraan ekonomi, khususnya di Sumenep.

Selain UMKM, dia memandang perlu adanya stimulan di sektor bisnis dan pariwisata. Untuk merealisasikannya, perlu peraturan daerah sebagai pijakan.

“Saya sepakat jika di Madura, khususnya di Sumenep ada perda pariwisata, di samping itu, arus pelabuhan besar di Kalianget dapat lancar dengan bisnis,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sumenep Lisa Bertha Soetedjo mengakui, kondisi perekonomian UMKM saat ini cukup lemah, omzetnya bisa anjlok hingga 80 persen per pekan dari perolehan biasanya.

“Ada 164 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak Covid-19 dan ekonomi di Sumenep semakin merosot,” paparnya.

Dia menjelaskan, ada 269 ribu pelaku UMKM di Sumenep. Mulai dari usaha makanan, tekstil, aksesori, dan lainnya. Semuanya saat ini sudah dilakukan pembinaan secara matang.

“Ke depan akan dilakukan sesialisasi, utamanya di pedesaan,” paparnya.

Sedangkap menurut Abd. Mufid, salah seorang bendahara koperasi di Sumenep, pengembangan usaha ekonomi merupakan langkah strategis dalam memperbaiki hidup lebih baik. Sebab, walau bagaimanapun, kebutuhan sehari-hari didesak ekonomi.

“Kami mengakui di Sumenep masih lemah dalam hal mengembangkan ekonomi, maka perlu memang adanya pembinaan dan merangkul masyarakat untuk berwirausaha serta aktivitas lainnya,” pungkasnya. (imd/waw)

 

 

 

Komentar

News Feed