Stok Garam Petani Sampang Menumpuk

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) MERUGI: Hampir tiga tahun garam rakyat di Kabupaten Sampang tidak terserap.

KABARMADURA.ID | SAMPANG – Stok garam rakyat sisa dua tahun terakhir cukup melimpah. Petani menilai, pemerintah gagal melindungi petambak garam di Sampang. Terbukti, selama ini pemerintah tidak melakukan koordinasi yang membuahkan hasil. Baik dengan PT. Garam maupun perusahaan garam swasta. Akibatnya, bukan hanya harga yang turun drastis, namun penyerapan juga minim.

“Pemerintah terkesan mengabaikan nasib petani garam. Tidak ada upaya menolong petani. Setidaknya ada penyerapan yang normal. Namun saat ini, minim penyerapan,” kesal Suhri (54), warga Desa Pangarengan Sampang, Minggu (24/10/2021).

Menurutnya, stok garam masih banyak yang ditimbun. Sebab selama dua tahun, bahkan hampir tiga tahun harga garam rusak. Selama ini,  petani mengolah garam menjadi garam konsumsi. Hal itu dilakukan, untuk bisa menjual stok garam yang ada. Namun upaya itu belum dilirik pemerintah setempat.

“Pemerintah sangat abai terhadap kami. Selama ini pemerintah hanya sukses diatas kertas. Dengan pencatatan hasil produksi tinggi. Namun garam tidak terjual dan murah,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sampang Suhartini Kaptiati belum bisa memberikan keterangan. Berusaha dikonfirmasi melalui nomor ponselnya tidak tersambung.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *