oleh

Stoper Madura United Gantungkan Rindu Laga di Yogyakarta

Kabarmadura.id-Kapten Madura United Fachrudin W Aryanto sudah memikirkan dampak dari kelanjutan kompetisi Liga 1 2020 yang bakal kembali diputar sejak 1 Oktober depan. Hal itu tidak terlepas dari kompetisi domestik tertinggi Indonesia ini nonstop lima bulan tanpa jeda.

Bahkan, jarak dari satu pertandingan ke pertandingan yang selanjutnya bisa sebatas tiga hingga empat hari. Itu mengacu pada jadwal yang telah dirilis PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB). Selain itu, Liga 1 2020 di tengah wabah Covid-19 tidak terdapat jeda paruh musim.

Biasanya, setiap pemain bakal memiliki waktu yang cukup di jeda paruh musim di samping Slamet Nurcahyo dan kolega memanfaatkan waktu rest recovery untuk jumpa keluarga.

Kata Fachrudin, sulit bersua dengan keluarga menjadi salah satu risiko sebagai pemain sepak bola profesional. Ditambah lagi, kompetisi diputar di tengah permasalahan bersama.

Akan tetapi, stoper Tim Nasional (Timnas) Indonesia ini telah memiliki cara untuk menyiasatinya. Dia bakal memanfaatkan laga di Daerah Istimewah Yogyakarta (DIY) untuk melepas kerinduan dengan keluarganya. Fachrudin akan meminta istri Veronita AnjarRianto dan anaknya Daffaro Adams Aryanto untuk melancong ke Yogyakarta.

Misi Fachrudin tersebut tidak terlepas dari keluarganya yang tinggal di Klaten. Diketahui, jarak dari kampung halamannya ke DIY lebih dekat dari pada venue yang lain.

“Iya mungkin. Hanya bisa ketemu saat bertanding di Jogja,” curhatnya kepada Kabar Madura, Rabu (16/9/2020) pagi.

Cara mantan bek Sriwijaya FC ini terbilang ampuh. Pasalnya, Madura United bakal berlaga di DIY sebanyak enam kali, yakni saat melawan Persija Jakarta (8 November)  dan PSM Makassar (15 Oktober) yang memilih venue di Stadion Sultan Agung Bantul.

Sejatinya, Bali United juga memilih venue yang serupa dengan Persija dan PSM. Akan tetapi, Madura United sudah bertandang ke markas tim berjuluk Serdadu Tridatu itu di pekan ketiga.

Lebih Lanjut, empat tim lainnya yang berhombase di DIY ialah PSS Sleman (22 Februari), Persiraja Banda Aceh (17 Desember), Barito Putera (12 Desember), dan Borneo FC (16 Januari). Mereka memilih venue di Stadion Maguwoharjo Sleman. (idy/nam)

Komentar

News Feed