oleh

Stoper Madura United Retas Karir di Tengah Keterbatasan Keuangan

Kabarmadura.id/Pamekasan-Begitu banyak kisah pilu nan inspiratif talenta muda Madura guna menekuni sepak bola. Terutama, keterbatasan finansial menjadi salah satu tantangan terbesar bagi putra daerah guna menggali potensinya.

Kisah tersebut mewarnai stoper Madura United U18 Holilur Rahman. Dia terlahir dari keluarga yang perekonomiannya terolong menengah ke bawah. Tak ayal, dia kesulitan untuk memiliki fasilitas memadai seperti hal kecil sepatu sepak bola.

Sepatu pertama yang dimiliki, anak muda kelahiran 26 Januari 2002 ini dibelikan oleh ayahnya Salehoddin. Sepatu tersebut seharga Rp150 ribu. Ayahnya membelinya ketika Holik ditawari ikut Sekolah Sepak Bola (SSB) Rio Pamekasan saat mengenyam pendidikan sekolah dasar (SD) kelas 3.

Sebelumnya, Holil sudah suka bermain sepak bola. Namun, kedua orang tuanya melarang untuk menggeluti cabang olahraga tersebut. Seiring berjalannya waktu, ayahnya mengizinkan.

“Kelamaan saking sering saya dimarahi gara-gara main bola, setelah kelas 3 SD, ayah saya menawarkan untuk ikut SSB RIO Pamekasan. Saya merasa sangat senang mendengar tawaran ayah. Itu pertama kali saya dibeliin sepatu seharga Rp150 ribu,” ucapnya kepada Kabar Madura, Kamis (23/4/2020) pagi.

Berawal dari itu, Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Al-Falah Sumber Gayam Pamekasan ini kian matang mengolah si kulit bundar. Alhasil, dia sukses lolos klub Liga 3 Pamekasan FC saat dirinya duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) kelas 2.

Guna masuk klub profesional yang pertama, Holil membutuhkan sepatu yang lebih memadai kala itu. Dia pun membongkar tabungannya yang setiap hari memang menyisihkan dari uang sakunya, serta menjual hewan peliharaan kesayangannya, yakni ayam kampung.

Kala itu, stoper Madura United U18 ini berhasil mengumpulkan uang untuk membeli sepatu pertamanya bermerk specs, yang dibandrol Rp350 ribu. Akan tetapi, dia belum tahu menahu, sepatunya itu yang asli produk specs atau sebatas bajakan.

“Saya rela tidak jajan dan jual peliharaan saya untuk menabung demi untuk beli sepatu, karena penghasilan orang tua saya pas-pasan. Sepatu pertama saya yang saya beli sendiri itu seharga Rp350 ribu, merknya Specs, tapi tidak tahu asli atau tidak,” pungkasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed