oleh

Suara Perempuan Sumenep untuk Debat Kedua, Ini Gagasan Ketua KOPRI dan KOHATI Sumenep

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Debat kandidat kedua dalam tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep 2020 mengangkat topik terkini. Yakni, memajukan dan menyelesaikan persoalan daerah di tengah Covid-19.

Pertarungan argumen antara pasangan calon (paalon) nomor 1 Achmad Fauzi-Dewi Khalifah dan nomor 2 Fattah Jasin-M Ali Fikri Warits akan digelar Senin mendatang (23/11/2020).

Menatap debat kandidat kedua, Ketua Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Sumenep Saidah Salamah ikut memberikan pandangan. Baginya, begitu beratnya beban dari sang ibu di tengah Covid-19.

Terutama, mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Karimiyah Sumenep ini menjelaskan, imbas Covid-19 kepada pendidikan berdampak terhadap kesibukan ibu rumah tangga.

Sebab, sistem pembelajaran jarak jauh juga memberikan beban bagi orang tua untuk mendampingi buah hatinya, terutama ibu rumah tangga.

Tak heran, dia meminta kepada kedua paslon untuk membahas tuntas permasalahan tersebut guna meringankan beban ibu rumah tangga.

Di sampimg itu, pembelajaran jarak jauh itu juga berimbas terhadap pengeluaran rumah tangga yang harus membeli paket data.

“Sistem pembelajaran hari ini yang menggunakan metode daring jelas akan berefek pada perekonomian, juga pendampingan secara intens oleh kaum ibu kepada anaknya,” tuturnya kepada Kabar Madura, Kamis (19/11/2020).

Selanjutnya, Ketua Kohati Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumenep Nelly Agustine ikut bersuara. Dia menyarankan, paslon terpilih bisa melibatkan perempuan dalam penanganan Covid-19.

Mahasiswi Universitas Wiraraja Sumenep itu mencontohkan, produktivitas kaum perempuan di tengah wabah Covid-19, yakni dengan jualan online. Menurutnya, itu butuh difasilitasi khusus.

“Perempuan bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk diri sendri. Misalnya banyaknya kaum perempuan yang jualan online,” pungkasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed