oleh

Subsidi Asuransi Ternak Hanya Sasar Sapi Betina, Peserta AUTSK di Pamekasan Rendah

Kabarmadura.id/Pamekasan–Program asuransi usaha ternak sapi dan kerbau (AUTSK) yang dicanangkan oleh pemerintah pusat selama beberapa tahun terakhir di Kabupaten Pamekasan disambut baik oleh para peternak baik kelompok maupun perorangan.

Dijelaskan Kepala Seksi (Kasi) Penganekaragaman dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pamekasan Joyo Kacung, para peternak yang mendaftar asuransi diharuskan membayar premi sebesar Rp200 ribu setiap ekor sapi.

Namun karena program asuransi yang bekerja sama dengan PT. Jasindo ini mendapat subsidi dari pemerintah pusat, maka setiap peternak hanya diwajibkan membayar premi sebesar Rp40 ribu setiap ekor setiap tahunnya.

“Tahun 2019 yang terdaftar mengikuti program asuransi sebanyak 50 ekor sapi,” jelasnya, Selasa (18/8/2020).

Tetapi menurutnya, subsidi tersebut tidak dapat dirasakan oleh semua jenis hewan ternak. Sebab program itu hanya menyasar sapi dan kerbau yang berusia minimal satu tahun dan hanya sapi betina. Sementara untuk sapi jantan tidak mendapat subsidi dan harus membayar premi sebesar Rp200 ribu.

Asuransi tersebut berlaku bagi sapi yang mati, baik karena penyakit atau karena melahirkan. Adapun kompensasi yang diberikan yaitu sebesar Rp10 juta. Tidak hanya itu, sapi yang hilang karena dicuri juga termasuk ke dalam asuransi tersebut, namun besaran kompensasinya tidak sama dengan sapi mati yaitu sebesar Rp7 juta.

Diungkapkan Joyo, setiap peternak dalam pengajuannya dibatasi maksimal 10 ekor. Namun demikian, selama empat tahun terakhir kasus hewan ternak mati tidak mencapai 10 ekor. Sementara kasus kehilangan ternak karena pencurian hingga saat ini disebutnya tidak ada.

Dia menegaskan, hewan ternak yang bisa diajukan mengikuti program AUTSK ini diharuskan dalam kondisi produktif dan sehat. Hal itu dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dinas terkait ditandatangani dokter hewan.

“Selama saya menagani program ini baru kasus kematian. Kalau pencurian tidak ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Domba Kambing dan Sapi (Dokapi) Pamekasan Muhammad Tamyiz mengatakan, selain program subsidi asuransi ternak, pemerintah diharapkan dapat memberikan bantuan indukan sapi betina agar sapi lokal tidak punah.

Selain itu, dia berharap sapi jantan juga mendapat subsidi asuransi agar bisa memberikan keamanan dan kenyamanan pada ternak.

“Dengan program asuransi ternak terhadap sapi betina, kami berharap pemerintah bisa memberikan bantuan indukan sapi betina agar sapi lokal tidak punah,” harapnya. (ali/pin)

Komentar

News Feed