oleh

Subsidi Listrik di Bangkalan Salah Sasaran

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Subsidi pembiayaan listrik yang ditanggung oleh pemerintah dinilai tidak tepat sasaran. Pasalnya banyak warga yang mampu tapi mendapatkan bantuan stimulus Covid-19 tersebut. Sementara banyak warga yang membutuhkan namun tidak mendapatkan bantuan.

Salah satu warga di Desa Petaonan, Bangkalan Zainuri mengeluhkan, dirinya tidak mendapatkan bantuan stimulus Covid-19 sebab KwH meter di rumahnya bermuatan 900 VA non subsidi. Sebelumnya saat pertama pasang KwH meter. Kuota subsidi habis, kemudian terpaksa memasang listrik non subsidi. Sehingga setelah ada stimulus tersebut, dirinya tetap membayar penuh. Padahal Zainuri mengaku berasal dari golongan kurang mampu. ”Dulu saat saya pasang pertama petugasnya bilang listrik subsidinya habis, makanya saya dulu paksakan karena butuh,” tuturnya.

Zainuri yang berprofesi sebagai petani buruh, juga pengrajin sangkar burung mengaku kesulitan membayar listrik di tengah masa pandemi. Bahkan dirinya tidak mendapatkan bantuan untuk pembayaran listrik.

”Tiga bulan di awal pandemi saya masih bisa bayar, kalau sekarang sudah sangat susah,” paparnya.

Kepala Ranting ULP PLN Bangkalan Pangky Yongkynata menjelaskan, stimulus Covid-19 untuk pembayaran listrik subsidi dinilai sudah sangat membantu masyarakat yang kurang mampu. Sebab jumlah yang ditanggung oleh pemerintah kurang lebih  41.129 untuk listrik 450 VA, Sedangkan untuk 900 VA jumlahnya diperkirakan mencapai 51.656 pelanggan. ”Jika dihitung sejak April 2020 lalu, total yang dibantu oleh pemerintah mencapai 12 bulan,” ulasnya.

Kata Pangky, jika memang ada warga yang merasa tidak mampu dan ingin mendapatkan subsidi, agar mendaftarkan diri di data kemensos. Sehingga kemudian akan diproses oleh petugas jika memang sudah masuk dalam data penerima.

”Saya imbau mereka agar mendaftarkan diri di dinas sosial setempat, setelah berhasil nanti kami proses,” pungkasnya. (km59/mam)

Komentar

News Feed