oleh

Subsidi Molor, Madura United Pertanyakan Keseriusan Kompetisi Liga 1 2020

Kabarmadura.id-Lanjutan Kompetisi Liga 1 musim 2020 tinggal tersisa 10 hari lagi. Berbagai persiapan sudah mulai dijalankan, utamanya memperketat pelaksanaan pertandingan tanpa kehadiran penonton dan menjalani protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

PSSI dan PT Liga Indonesia selaku operator kompetisi menetapkan bahwa maksimal jumlah orang yang boleh terlibat dalam setiap pertandingan sebanyak 270 orang. Jumlah tersebut juga termasuk pemain kedua tim.

dari 270 orang tersebut, hanya 100 orang yang boleh berada di Ring I, meliputi pemain, pemain cadangan, ofisial terdaftar kedua dari tim, anak gawang, tim medis, perangkat pertandingan dan hanya boleh ada maksimal 7 fotografer.

Persiapan PT LIB untuk menggelar kompetisi akan difinalisasi hari ini, melalui manajer meeting yang akan diikuti seluruh manajer tim peserta Liga 1 dan Liga 2. “Kita berharap, ada titik temu yang baik dalam pelaksanaan pertandingan.  Pada prinsipnya, kesiapan Madura United untuk ikut kompetisi sudah sangat siap. Termasuk, kesiapan untuk menggelar pertandingan dengan protokol kesehatan yang telah ada,” tegas Ziaul Haq, Direktur Utama PT PBMB perusahaan pengelola Madura United.

Sejatinya, tidak hanya Madura United yang sudah siap untuk menjalani lanjutan kompetisi musim ini. Seluruh tim sudah siap dan juga sudah menjalani latihan. Terhadap kesiapan seluruh tim peserta tersebut, Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi meminta ketegasan komitmen penyelenggara kompetisi agar tidak setengah-setengah. Utamanya, menyangkut hak keuangan sebagai jaminan keberlangsungan kompetisi.

“Ini yang ingkar sponsor apa Liga? Pencairan subsidi yang sering mundur membuat kami ragu. Sebenarnya, Liga bergulir kembali, ini kepentingan siapa?” ucap AQ, sapaan akrabnya menyikapi adanya keterlambatan pendistribusian komitmen bagi komersil dari PT LIB yang belum terlaksana di bulan September ini.

Madura United telah memulai persiapan sejak 20 Agustus 2020. Saat itu, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini melakukan tes swab untuk semua keluarga besar tim yang terlibat dalam latihan, tidak sebatas yang dianjurkan seperti official dan pemain terdaftar. Biaya tes swab itu ditanggung pihak klub.

Dari rangkaian latihan sejak Jumat (21/8/2020) hingga sekarang, Madura United tidak sebatas fokus berlatih. Akan tetapi, Slamet Nurcahyo dan kolega sudah menggelar enam kali pertandingan persahabatan.

“Kami sudah mempersiapkan segalanya. Jika yang tidak siap adalah sponsor, maka segera ambil keputusan. Jika yang tidak siap adalah penyelenggara, silakan jujur katakan. Sejumlah kepentingan memang ada dalam Liga yang berisiko ini. Kami hanya menjalankan perintah operator. Tapi, jangan ingkar!” pungkasnya. (idy/nam)

 

Komentar

News Feed