oleh

Sudah Capai 10 Nakes RSUD Syamrabu Bangkalan Terinfeksi Covid-19

Kabarmadura.id/Bangkalan-Penambahan pasien terinfeksi Covid-19 di Bangkalan semakin tidak terbendung. Per 19 September 2020, sudah terakumulasi sebanyak 489 warga Bangkalan yang terjangkit.

Dari ratusan pasien itu, 72 di antaranya adalah tenaga kesehatan (nakes). Sedangkan 363 pasien lainnya sudah dinyatakan sembuh dan 178 orang masih suspek.

Dari 72 nakes tersebut, 10 di antaranya yang merupakan nakes dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan.

Banyaknya pasien dari nakes tersebut sempat dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo.

“Total keseluruhannya ada 72 nakes,” katanya.

Sementara itu, usai 10 nakes tersebut diperiksa secara swab dan dinyatakan terinfeksi Covid-19, telah dilakukan swab massal terhadap seluruh nakes yang ada di rumah sakit tersebut.

“Alhamdulillah hasilnya negatif atau bersih dari covid-19,” jelas Juru Bicara Satgas Covid-19 RSUD Syamrabu Bangkalan dr. Catur Budi Koeswardiono.

Dari 10 nakes itu, tidak semua masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Ada yang mengalami sakit, meski hanya flu. Selain itu, kondisi 10 nakes itu mulai membaik dan tinggal menjalani swab terakhir.

“Alhamdulillah kondisinya membaik, selalu kami kontrol dan saat ini berada di rumah sakit untuk menjalani observasi,” terang dokter spesialis paru-paru itu,.

10 nakes yang menjadi korban keganasan wabah Covid-19 di Bangkalan, salah satunya adalah wakil direktur RSUD Syamrabu Bangkalan dr Farhat Suryaningrat.

Kata dr Catur, kondisi dr Farhat saat ini mulai sembuh atau sudah pulih. Bahkan, kini sudah dipulangkan kembali dan di rawat di RSUD Syamrabu Bangkalan.

“Dr Farhat sudah sembuh, sudah tunggu swab evaluasi saja. Saat ini sedang kami lakukan observasi di Rumah Sakit Syamrabu,” ungkapnya.

Dr Catur mewanti-wanti agar masyarakat Bangkalan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Bahkan dia mengingatkan, agar tidak meremehkan wabah ini. Juga berharap agar kejadian tertularnya 10 nakes di rumah sakit Syamrabu menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk berhati-hati.

“Kami minta masyarakat tetap waspada dengan wabah ini, tetap terapkan protokol kesehatan dalam kegiatan di luar rumah,” tandasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed