Sudah Dapat Izin, Pastikan Perusahaan Rokok Tetap Beroperasi selama Wabah Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Razin) BEROPERASI: Sudah mendapatkan izin, PT Tanjung Odi tetap beraktivitas.

Kabarmadura.id/Sumenep-Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumenep tidak akan menutup perusahaan yang masih beroperasi, termasuk perusahaan rokok. Hal itu disampaikan Kepala Disnakertrans Sumenep Moh Syahrial.Ia menyampaikan, perusahaan rokok termasuk yang paling banyak menampung para pekerja harian sehingga ada izin operasional selama wabah Covid-19 ini.

Maka meskipun Sumenep sudah termasuk kategori zona merah maka perusahaan tersebut menurutnya akan dibiarkan agar tetap menampung ribuan karyawan. Karena yang menjadi pertimbangan adalah pendapatan masyarakat Sumenep.

Bacaan Lainnya

“Kalau yang pabrik rokok itu sudah ada izinnya untuk tetap beroperasi. Kami sendiri tidak berhak mengatur mereka, karena memang tidak diberkenankan,” katanya, Senin (4/5/2020).

Dalam lampiran surat yang bernomor 14899 yang dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian itu disebutkan bahwa PT Tanjung Odi selaku perusahaan yang menaungi ribuan karyawan di Sumenep itu tetap diperkenankan untuk beroperasi selama wabah Covid-19.

Syahrial menambahkan, dalam surat tersebut juga dijelaskan bahwa PT Tanjung Odi menyatakan siap bertanggung jawab atas segala persoalan yang terjadi kepada karyawan jika kedapatan terinfeksi Covid-19, termasuk kemungkinan-kemungkinan yang lainnya. Dan juga siap bertanggung jawab secara hukum jika melakukan penyelewengan atau bertentangan dengan undang-undang yang ada.

“Kalau kami tidak bisa ngapa-ngapain terlebih memerintahkan perusahaan tersebut melakukan protokoler sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan kesehatan, termasuk nyuruh rapid tes juga tidak bisa, kami tidak punya wewenang ke situ,” imbuhnya.

Kewenangan untuk mengatur perusahaan tersebut ada di pemerintah provinsi dan pusat, mengingat izinnya juga dari Kementerian Perindustrian. Karenanya pihaknya juga tidak berwenang meminta perusahaan agar memangkas jam atau target pekerjaan selama wabah Covid-19.

“Apalagi sampai ke teknis seperti itu, ya tidak bisa. Cuma nanti kami hanya bisa melaporkan saja kepada pengawas dari Jatim terkait persoalan tersebut,” pungkasnya. (ara/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *