Sudah Diputuskan, KPU Sumenep Masih Menunggu SE Resmi dari KPU RI Mengenai BRPK

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BELUM JELAS: Penetapan pasangan calon (paslon) Pilkada 2020 yang dekat pada nomor satu Achmad Fauzi-Dewi Khalifah sebagai pemenangan pesta demokrasi.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Mahkamah Konstotitusi (MK) telah memutuskan buku registrasi perkara konstitusi (BRPK/e-BRPK) pada Senin (18/01/2021) pukul 10.00 Wib. Nomor 87/PHP.BUP-XIX/2021.

Namun, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep belum bisa memastikan penetapan bupati dan wakil bupati terpilih. Alasannya, belum menerima BRPK dari KPU RI. Hal tersebut diungkapkan, Devisi Hukum dan Pengawasan, KPU Sumenep Deki Prasetia, Selasa (19/01/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, berdasarkan peraturan MK Nomor 7 Tahun 2020 tentang Tahapan dan Jadwal Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP), salinan BRPK dari MK tersebut melalui KPU semua, dan KPU RI akan mengirimkan surat dinas kepada KPU provinsi ataupun KPU.

“Sampai detik ini, saya belum menerima BRPK dari KPU RI ataupun surat dinasnya,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan, BRPK sudah sah, hanya saja KPU belum bisa menetapkan lantaran menunggu dari KPU RI. Dia membenarkan sudah terakses salinan MK tersebut. “Intinya, menunggu KPU RI,” tegasnya.

Sesuai jadwal dari tanggal 18 hingga 19 Januari 2021. Kemungkinan hari ini. Tetapi, hingga saat ini, BRPK dari KPU RI belum ada. Sehingga, belum bisa ditentukan. “Kami masih akan rakor di KPU Jatim hari ini (Rabu 20/01/2021). Sebaiknya tunggu saja ya,” ucapnya.

Dijelaskan, sesuai peraturan KPU (P-KPU) Nomor 5/2020, Penetapan Pasangan Calon (Paslon) Terpilih Tanpa Perselisihan, hasil pemilihan paling lama lima hari setelah MK secara resmi memberitahukan permohonan teregistrasi dalam BRPK ke KPU.

Di Pilkada Suemenep tidak ada perselisihan hasil pemilihan yang terjadi usai rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten. “Jadi, penetapan paslon bupati dan wakil bupati terpilih nantinya tinggal menunggu BRPK dari MK,” jelasnya.

Sebelumnya, Komisioner KPU Sumenep, Rafiqi Tanziel mengatakan, penetapan bupati dan wakil bupati terpilih Kabupaten Sumenep tidak bisa dilakukan pada akhir tahun 2020 ini.

Sebab, masih menunggu keputusan resmi dari MK untuk menetapakan pasangan calon (paslon) nomor satu Achmad Fauzi-Dewi Khalifah sebagai pemenangan pesta demokrasi tersebut.

“Menunggu, pasti akan ditetapkan jika sudah turun BRPK nanti,” pungkasnya (imd/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *