Sudah Disegel Rantai, Resto Wiraraja Kembali Jadi Tempat Ngineks

  • Bagikan
(FOTO: KM/ ALI WAFA) ADA YANG ANEH: Resto Wiraraja kembali ketahuan dipakai ngineks, padahal sudah ditutup paksa oleh Pemkab Pamekasan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN –Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan kembali meringkus terduga penyalahgunaan narkoba di Resto Wiraraja, Tlanakan. Resto tersebut telah kesekian kalinya bermasalah dalam hal yang sama. Padahal sudah ditutup paksa oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

Pada penggerebekan yang dilakukan tim Satreskoba Polres Pamekasan itu, terjadi pada 6 Desember 2020 lalu. Terdapat 9 orang yang diyakini sebagai tersangka.

“Tersangka mendapatkan ekstasi dengan cara membeli kepada seseorang dan kemudian ekstasi tersebut dikonsumsi secara bersama sama,” ungkap Humas Polres Pamekasan Iptu Nining Diyah

Polisi berhasil menemukan mereka di dalam kamar hotel Wiraraja nomor 204. Selain itu, polisi juga menangkap sebagian tersangka di Karaoke Wiraraja Room VVIP nomor 11. Mereka diduga telah menjadi perantara dalam jual beli dan atau memiliki dan menguasai narkotika golongan I jenis ekstasi.

Kesembilan orang tersebut yaitu ZMr (32) asal Dusun Nong Pote, Desa Pragaan Daya, Pragaan, Sumenep, Ab (30) asal Bhulu Desa Pragaan Daya, Pragaan, Sumenep, AF (36) asal Dusun Rembang Desa Pragaan Daya, Pragaan, Sumenep, IDS (24) asal Kelurahan Barurambat Timur, Pademawu, Pamekasan, As (26) asal Dusun Berekmah Desa Dasok Laok, Sumenep, MM (22) asal Dusun Onggaan, Desa Prenduan, Pragaan, Sumenep, AW (27) asal Dusun Onggaan Desa Prenduan, Pragaan, Sumenep dan ZM (17) asal Dusun Pesisir Desa Prenduan, Pragaan, Sumenep.

Satreskoba Polres Pamekasan tengah memeriksa semua tersangka dengan melakukan tes urin. Mereka diancam pasal 114 ayat (1) subs 112 ayat (1) jo pasal 132 UU RI No.35 tahun 2009 Tentang Narkotika.

Sedangkan ekstasi yang dikonsumsi itu ditengarai berasal dari seseorang berinisial ZM seharga Rp6,2 juta. Jumlanya t 15 butir yang kemudian oleh tersangka dibagi-bagikan kepada 8 orang temannya.

Baca juga  Berdalih Sistem, 10 Formasi ASN Guru Pantura Pamekasan Bolong

“Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan dan dibawa ke Satresnarkoba Polres Pamekasan guna pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut,” lanjutnya.

Sejumlah barang bukti yang diamankan antara lain, 7 butir ekstasi bentuk oval warna hijau, 2 butir ekstasi bentuk bulat warna hijau tua, 1 bungkus rokok sampoerna dan dua lembar tisu.

Mengenai kepastian bahwa Resto Wiraraja seharusnya sudah tutup dan tidak beroperasi, disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kusairi.

Bahkan Satpol PP telah dua kali menutup resto tersebut dengan alasan yang sama, yaitu kasus narkoba. Saat itu pengusaha resto mengaku siap menutup dan berjanji tidak akan terjadi kesalahan seperti itu, namun nyatanya untuk kedua kalinya tempat itu digerebek dengan kasus yang sama.

Karenanya, pihaknya melakukan penyegelan dengan rantai, sebab sebelumnya disegel dengan stiker tidak maksimal.

 

“Tidak ada di Pamekasan hiburan-hiburan karaoke itu sudah. Perdanya tidak memperbolehkan kecuali restoran yang tempat karaokenya terbuka,” tegasnya. (ali/waw)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan