oleh

Sudah Ditanggung BOS dan BPOPP, Penarikan SPP Siswa Dianggap Melanggar

Kabarmadura.id/SURABAYA-Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim) Mathur Husyairimenilai, pernyataan Kepala Cabang Dinas (Kacab) Pendidikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatimdi Sumenep Syamsul Arifin bahwa di Sumenep belum ada pembebasan sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) adalah keanehan.

Sebab, program tersebut sudah berjalan dan dianggarkan di APBD Jatimsejak tahun anggaran 2019 dan 2020. Anggaran yang dimaksud, untuk pengganti SPP yang disuplai dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan biaya penunjang operasional penyelenggara pendidikan (BPOPP).

Baginya, masalah itu menandakan bahwa ada masalah komunikasi antarbirokrasi di Pemprov Jatim. Masalah tersebut juga dimintajadi atensi kepala sekolah menengah atas (SMA) sederajat se-Jatim.

Terlebih, Kacab Dindik Jatim di Sumenep Syamsul Arifin mengatakan bahwa program itu belum terlaksana lantaran belum ada surat resmi dari gubernur Jawa Timur. Sehingga, siswa masih membayar SPP sebagaimana mestinya.

“Ngawur ini, kalau masih narik buat apa lagi, akhirnya double. Di pemerintah memberikan  BPOPPtapi sekolah narik SPP. Ini kan nggak benar. Mereka harusnya koordinasi dengan induknya. Ini kalau gubernur dan anak buahnya tidak sinkron, kan perlu dipertanyakan komunikasi kebijakan anggarannya,” kata Mathur.

Sedangkan pada tahun 2019 lalu, Mathur mengakui, Pemprov Jatim memang merencanakan program bernama pendidikan gratis dan berkualitas (TisTas). Dalam program itu, selain SPP gratis, juga mencakup pemberian seragam gratis.

Namun program tersebut belum berjalan. Kata Mathurdisebabkan masih adanya tarik ulur dan banyak yang mencampuri. Sehingga dia menyayangkan hal itu, karena sudah dianggarkan dan tidak terserap.

“Aneh ini, jangan membuat pencitraan gratis berkualitas, namun masyarakat di bawah masih diperas dengan SPP, ini kan berarti bohong kepada masyarakat. Ini harus dijelaskan oleh kepala cabang Disdik Jatim,” pungkas Mathur.

Sementara itu, Kacab Dindik Jatim di Sumenep Syamsul Arifin saat dikonfirmasi Kabar Madura, memang tidak menampik pernyataan Mathur. Dia membenarkan bahwa ada bantuan untuk siswa melalui BOS dan BPOPP. Yang belum terlaksana sejauh ini adalah cakupan program Tistas selain SPP, yakni yang menanggung pembelian seragam siswa.

(idy/mam/waw)

 

Komentar

News Feed