Sudah Ditengahi DE, Jazuli: Caranya Memukul, Bukan Merangkul


Sudah Ditengahi DE, Jazuli: Caranya Memukul, Bukan Merangkul
(FATHOR RAHMAN/KM.ID) Dewan Eksekutif DPC Demokrat Sumenep, Fauzi AS.

KM.ID | SUMENEP -- Keputusan pergantian Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumenep dinilai akan menjadi awal disharmoni baik di fraksi maupun di DPC Demokrat Sumenep.

Sebab proses pergantian Ketua Fraksi Demokrat dianggap tidak melalui proses yang baik.

Namun, Dewan Eksekutif (DE) DPC Demokrat Sumenep Fauzi AS mengaku sudah memanggil sejumlah pihak, termasuk Ahmad Jazuli, dan sejumlah anggota Fraksi Demokrat lainnya.

Hal itu bertujuan untuk ‘menengahi’ komunikasi yang tidak utuh, terutama kepada Ahmad Jazuli terhadap perihal penyegaran Ketua Fraksi Demokrat.

Di sisi lain pihaknya juga punya tanggungjawab untuk menyelesaikan komunikasi-komunikasi yang tidak utuh kepada semua pihak, termasuk memastikan kesepahaman tentang penyegaran tersebut.

“Baik Ahmad Jazuli, Sekretaris DPC, bahkan sejumlah anggota fraksi sudah kita panggil,” tuturnya.

Mengenai usulan penyegaran ketua fraksi itu, dipastikan muncul bukan karena ada tendensius kepada pihak tertentu. Melainkan, itu murni keputusan partai.

“Siapapun di harian bisa mengusulkan, termasuk saya. Tapi harus dibawa ke rapat untuk dimusyawarahkan dan menghasilkan keputusan bersama,” katanya.

Sedangkan Ahmad Jazuli, yang posisinya merasa ‘dijepit’ dengan keputusan pengurus harian DPC Demokrat hingga keputusan pleno yang dilakukan oleh pengurus DPC.

Jazuli mengkhawatirkan, kondisi tersebut akan berujung pada partai yang nantinya berpengaruh terhadap nilai tawar politik Demokrat. Apalagi, saat ini sudah mendekati momentum tahun politik.

Pergantian Ketua Fraksi Demokrat ini dianggap tidak memakai etika. Jazuli menyebutkan, pergantian dirinya tidak melalui cara yang baik. Dilihat dari prosesnya, justru bukan dengan cara merangkul. Melainkan sebaliknya, yakni dengan cara memukul.

“Jadi, kembali ke etika. Kalau Demokrat ke depan ingin benar-benar saling merangkul bukan seperti itu caranya, itu malah saling memukul,” tandasnya.

Jazuli mengaku sama sekali tidak keberatan jika posisinya sebagai ketua fraksi diganti. Tapi harus melalui cara yang baik.

Bahkan, dia akan berterimakasih telah diberi kesempatan menjadi ketua fraksi. Termasuk dengan senang hati memberikan kursi ketua fraksi kepada anggota fraksi yang lain.

“Ini masalahnya saya tidak dilibatkan sama sekali. Harusnya ada rembukan dulu di fraksi, ini tidak ada. Bahkan saat rapat pleno pun, saya dan teman anggota fraksi tidak dilibatkan,” ungkapnya.

“Malah berkas-berkas hasil dipleno disodorkan ke AZ (Akhmad Zainurrahman) untuk ditandatangani, bahkan didatangi ke rumahnya. AZ sendiri sebagai wakil ketua fraksi, diminta untuk mengganti posisi saya,” pungkasnya.

Reporter: KM7

Redaktur: Fathor Rahman