Sudah Efektifkah Pemanfaatan Big Data di Masa Pandemi?

  • Whatsapp

Oleh: Andreas Rony Wijaya, S.Mat., M.Sc.

Pemanfaatan teknologi di bidang kesehatan merupakan hal yang penting seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat. Teknologi saat ini berperan besar dalam bidang kesehatan untuk mendukung praktik kesehatan dalam berbagai hal. Dalam suasana pandemi global Covid-19, peran teknologi dalam dunia kesehatan semakin dibutuhkan dalam upaya penanganannya.

Salah satu penerapan teknologi di bidang kesehatan adalah melalui big data. Big data merujuk pada istilah untuk kumpulan data dalam jumlah besar dan kompleks, sehingga menjadikannya sulit untuk ditangani atau diproses jika hanya menggunakan manajemen basis data biasa. Pengembangan big data ini seringkali dikaitkan dengan penggunaan Articial Intelligence (AI).

Banyak negara yang sudah membuktikan keefektifan analisis big data dan AI untuk menangani virus ini. Salah satu contoh pengembangan big data dan AI pada penanganan wabah Covid-19 adalah seperti yang dilakukan oleh negara Taiwan. Negara di Asia Timur ini memang terkenal dengan penanganan wabah Covid-19 yang paling baik. Selain pemerintahnya yang bergerak sigap, warganya juga disiplin. Untuk membantu penanganan pandemi, selain mengeluarkan kebijakan yang tegas, pemerintah Taiwan juga memanfaatkan teknologi. 

Taiwan memanfaatkan AI dan big data untuk melakukan pemetaan orang yang berisiko terpapar virus Covid-19 berdasarkan riwayat perjalanan dan rekam medisnya. Setiap kali jika ada orang yang dinyatakan positif Covid-19, maka akan dicatat riwayat perjalanan orang tersebut pernah singgah di tempat mana saja. Setelah itu, AI akan mengirimkan pesan kepada semua orang yang ditemui oleh penderita. SMS tersebut berisi imbauan untuk melakukan swab test dan juga melakukan karantina mandiri selama 14 hari. Hal yang mirip juga telah dilakukan banyak negara di dunia; seperti Singapura, China, Amerika Serikat, dan Korea Selatan. 

Lalu bagaimana dengan pemanfaatan big data sebagai penanganan Covid-19 di Indonesia? Indonesia telah mengembangkan sebuah aplikasi pencegahan Covid-19 yang diberi nama dengan PeduliLindungi. Aplikasi ini memanfaatkan data diri, serta koneksi jaringan bluetooth yang berfungsi untuk melacak lokasi dan merekam aktivitas penggunan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. 

PeduliLindungi akan memberikan notifikasi mengenai warna zona lokasi pengguna sesuai dengan keadaannya. Melalui aplikasi ini juga dapat menampilkan data proses vaksinasi ataupun tes Covid-19 yang pernah dilakukan oleh pengguna. Sertifikat vaksin yang di masa PPKM ini menjadi syarat perjalanan ataupun masuk suatu area juga dapat diakses melalui aplikasi ini. 

Namun, di samping manfaatnya, terdapat beberapa tantangan dalam menggunakan aplikasi ini. Di antaranya adalah keamanan data pribadi pengguna (privacy). Pengumpulan data dalam skala besar memang rentan terhadap penyalahgunaan data, terlebih lagi PeduliLindungi berisi data pribadi berupa NIK pengguna, dan juga informasi lokasi yang disinggahi pengguna. Kekhawatiran bertambah akan adanya potensi bocornya data ke pihak ketiga. 

Belum lagi permasalahan bahwa tidak semua orang di Indonesia mempunyai gadget yang memadai untuk mengunduh aplikasi ini, Atau bahkan mereka bingung dan tidak mengerti cara mengoperasikannya. Permasalahan akses internet yang belum merata juga akan menjadi tantangan tersendiri dalam penggunaan aplikasi ini. Bahkan aplikasi ini juga beberapa kali terjadi ‘error’ dan data yang tercantum tidak sesuai. 

Namun, bagaimanapun juga, peran big data dalam aplikasi PeduliLindungi ini sangat membantu dalam penanganan Covid-19 ini. Sehingga diharapkan partisipasi warga Indonesia, agar data tersebut bisa dimanfaatkan pemerintah secara maksimal dan penanganan Covid-19 bisa dilakukan dengan baik. Pemerintah juga hendaknya menjamin dan meningkatkan sistem keamanan data para pengguna, dan juga menyediakan alternatif bagi pengguna yang masih terkendala untuk menggunakan PeduliLindungi. Marilah kita bersama-sama membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19 dengan memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi. Semoga pandemi Covid-19 ini cepat berakhir. 

 

*) Mahasiswa S2 Institute of Statistics National Chiao Tung University (NCTU), Taiwan

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *