Sudah Panen, Disperindag Belum Berani Rekom Buka Gudang Tembakau

  • Whatsapp
SESUAI ATURAN: Lantaran kuantitas panen yang masih sangat kecil, Disperindag Pamekasan belum berani merekomendasikan pabrikan untuk buka pembelian.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan sampai saat ini belum mengatur jadwal pembukaan atau pembelian di tujuh gudang tembakau di Pamekasan.

Soal pembelian tembakau, Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Konsumen dan Kemeteorologian Disperindag Pamekasan Imam Hidajad, di peraturan daerah (perda) sudah diatur, setiap pembukaan atau pembelian gudang harus dilaporkan H-7 kepada Disperindag.

Saat ini, belum ada gudang atau pabrikan yang melaporkan ke Disperindag. Namun diperkirakan, musim panen tembakau tahun ini diprediksi dimulai pada pekan kedua di bulan Agustus mendatang.

Selain itu, sampai detik ini pihaknya belum memberikan atensi kepada para gudang untuk membuka lebih awal, meskipun masyarakat di dearah utara Pamekasan sudah ada yang panen tembakau. Terlebih, secara kuantitas sangat sedikit sekali, sehingga hal itu tidak bisa menjadi ukuran dalam memberikan surat imbauan kepada pihak pabrikan.

“Sementara masih belum ada, jika kemudian ada dari Dishutbun, kami akan sampaikan ke setiap gudang untuk melakukan pembelian. Sekarang ini, kuantitas panennya masih sangat kecil, jadi yang beli mungkin hanya sekitar pengepul dan pedagang di bawah,” tegasnya.

Dengan demikian, tujuh gudang pabrikan di tahun 2019 ini tidak memungkinkan untuk membuka pembelian di bulan Juli.

Terdapat tujuh gudang atau buying agent yang rencananya membeli  tembakau Madura. Masing-masing sudah memberikan kuota yang akan dibeli.

Gudang tersebut antara lain, PT Gudang Garam  dengan rencana pembelian 5.000 ton, PT. Bentoel Prima 1.500 ton, PT.  Djarum 9.000 ton, PT Sadhana Arifnusa 1.400, PT Nojorono 800 ton, PT. Sukun 600 ton, PT. Wismilak 500 ton. Sehingga, jumlah total tembakau yang akan diserap oleh pabrikan adalah 18.800 ton.

Sementara itu, anggota Komisi II Pamekasan Harun Suyitno mengaharap, untuk dinas terkait memberikan teguran kepada semua gudang jika sudah waktunya membeli namun tidak membeli.

“Kalau memang sudah waktunya membuka tidak membuka maka itu yang perlu kita permasalahkan, dan dinas terkait juga diharapakan menanyakan kepada pihak pabrikan gudang buka, sehingga serapan tembakau di masyarakat lebih maksimal,”pungkasnya. (rul/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *