Sudah Panen, Petambak Garam Keluhkan Minimnya Serapan Pabrikan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) PRODUKSI MINIM: Jumlah produksi garam di lahan petani semakin menurun setelah harga semakin anjlok di Aeng Sareh, Kabupaten Sampang.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Hingga pertengahan tahun 2021, PT. Garam belum melakukan penyerapan garam rakyat. Badan usaha milik negara (BUMN) tersebut, terakhir menyerap tahun 2018 lalu. Sehingga kondisi tersebut dinilai semakin merugikan petani.

Pantauan Kabar Madura, tambak garam masih banyak yang dikelola oleh petambak. Sebab kondisi cuaca menguntungkan bagi petambak. Sayangnya tidak ada penyerapan garam oleh pemerintah melalui PT. Garam.

Bacaan Lainnya

“Stok garam sekarang masih banyak. Sampai pertengahan tahun belum ada penyerapan. Sehingga kami dirugikan karena garam menumpuk, ” ucap Zaini (39), salah seorang petambak garam di Desa Aeng Sareh, Sampang.

Diungkapkan, dengan harga murah saja petani hanya mendapatkan keuntungan tidak banyak. Bahkan kalau salah perhitungan, bisa rugi. Apalagi sekarang tidak ada penyerapan. Sehingga garam tidak laku. Kondisi tersebut dinilai semakin merugikan.

Zaini mengutarakan, dulu banyak garam yang ditimbun karena memang banyak produksi. Sekarang tidak ada garam bukan karena laku terjual, tapi banyak petambak yang diprediksi istirahat mengelola lahannya. Sebab, tingginya modal untuk produksi garam hingga panen.

“Kami berharap tahun ini PT. Garam melakukan penyerapan. Sebab, stok garam terus bertambah. Bahkan sisa tahun lalu masih ada, ” katanya.

Sayangnya, Manager Corporate Communications PT Garam, Miftahol Arifin belum bisa memberikan keterangan. Berusaha dikonfirmasi melalui nomor ponselnya tidak tersambung. (man/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *