Sudah Panen Tiga Kali, Tambak Udang Ilegal Tak Kunjung Ditindak

  • Whatsapp
KM/Moh Tamimi-ILEGAL: Tambak udang di Kecamatan Bluto yang saat ini dihentikan aktivitasnya karena mempunyai dampak negatif terhadap masyarakat sekitar dan tidak memiliki izin.

Kabarmadura.id/SUMENEP-BLUTO-Tambak ilegal yang telah beroperasi di Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, sampai saat ini belum ditindak secara tegas. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep beralasan masih menunggu konfirmasi dari pihak provinsi yang berwenang menindak tambak tersebut.

Sejak tahun 2015, tambak udang tersebut telah melakukan panen sebanyak tiga kali. Dalam setiap kotak tambak, menghasilkan satu ton udang. Jumlah keseluruhannya adalah 20 kotak yang terbagi menjadi dua area, area barat dan area timur.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Sumenep Nurus Dahri menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) tidak memberikan keterangan secara tegas kapan akan menutup ketika sudah benar-benar terbukti tidak memiliki izin dari pemerintah terkait.

Akan tetapi, aktivitas tambak udang tersebut saat ini sudah dihentikan, air dalam tambak dikosongkan, karena berbagai masalah yang diadukan masyarakat sebagai dampak beroperasinya tambak udang tersebut.

Sebelumnya, seandainya tidak ada laporan dari masyarakat, menurut Nurus, Satpol PP tidak mengetahui perihal tambak tersebut karena dari dulu tidak pernah dilibatkan kecuali akhir-akhir ini.

“Itu seperti seumpama kamu punya lahan, kamu berpikir melakukan usaha, lalu mengurus ke perizinan. Nah izin masih belum keluar, kamu sudah menjalankan usaha tersebut. Manakala sudah diproses perizinan, ternyata tidak memenuhi syarat,” jelas Nurus kepada Kabar Madura, Kamis (06/3).

Apabila usaha tersebut sudah berjalan, tambah Nurus, tidak serta merta menutup usaha itu. Akan tetapi, pengusaha diarahkan ke usaha yang tidak membahayan terhadap masyarakat sekitar, tidak memiliki dampak negatif terhadap lingkungan, atau usaha yang memenuhi syarat perizinan. Namun, jika tetap beroperasi, baru ditutup paksa. (mad/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *