oleh

Sudah Terpidana, Mantan Kadisdik Sampang Diduga Terlibat Kasus Lain

Kabarmadura.id/SAMPANG-Lantaran diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi ambruknya ruang kelas SDN Samaran II Tambelangan, Sampang,mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sampang M. Jupri Riyadi dan Kasi Sarpras SD Ahmad Rojiun ikut dipanggil dalam sidang lanjutan dalam agenda mendengarkan keterangan saksi pada  Kamis (10/7/2020) mendatang.

Jupri dan Rojiun sejatinya sudah menyandang status terpidana dan saat ini sedang menjalani masa tahanan akibat kasus korupsi sebelumnya, yakni kasus pengadaan Ruang Kelas Baru (RKB) SMPN II Ketapang.

Munarwi, jaksa penuntut umum (JPU) pada kasus tersebut mengatakan, mereka berdua akan dipanggil pada sidang kasus dugaan korupsi SDN Samaran II sebagai saksi, karena pada saat pengadaaanya, mereka menjabat sebagai KPA dan PPTK proyek pembangunan tersebut.

“Kalau terkait keterlibatan Jupri dan Rojiun dalam kasus SDN Samaran II ini, saya belum tahu, lihat nanti di persidangan. Mereka dipanggil sebagai saksi karena menjabat sebagai KPA dan PPTK-nya,” ucap jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang tersebut, Senin (06/07/2020).

Dalam kasus dugaan korupsi SDN Samaran II ini, sudah 10 orang saksi yang dimintai keterangan. Mereka dari pihak Disdik Sampang sebanyak 5 orang, pelaksana proyek 5 orang atau pemilik CV, baik pelaksana maupun pengawasan. Namun masih dirasa kurang, maka dipanggil sejumlah saksi lagi, yakni KPA dan PPTK pada waktu pelaksanaan.

Dalam kasus dugaan korupsi SDN Samaran II itu, terdapat dua orang terdakwa, mereka adalah FDC dan HL (inisial) selaku pelaksana dan pengawas proyek.

HL dan FDC didakwa melanggar pasal 2 ayat 1 KUHP, pasal 3 juncto pasal 18 ayat 1 huruf b, ayat 2 dan ayat 3 Undang-Undnag nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsijuncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Ancaman pidananya adalah penjara seumur hidup atau paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun, denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Sementara itu, Arman Saputra selaku kuasa hukum dari FDC dan HLmenegaskan tidak akanmenghadirkan saksi meringankanatau a de chargedalam peridangan nanti.

“Iya klien kami tidak menghadirkan saksi adecharge,” singkatnya. (sub/waw)

 

Komentar

News Feed