Suka-Duka Mahasiswi IAIN Madura Ikut Ujian Skripsi Via Online

  • Whatsapp
(KM/ SYAHID MUJTAHIDY) DAMPAK COVI-19: Mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Nailan Al Adzillina mengikuti ujian skripsi via online.

Kabarmadura.id/Pamekasan-Wabah Covid-19 yang membuat pemerintah menerapkan pembatasan mobilitas, berimbas besar terhadap pendidikan. Sebab, harus merombak pola proses belajar mengajar, serta ujian skripsi sebagai tugas akhir mahasiswa. Hal itu dialami langsung oleh Mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, Nailan Al Adzillina. Bagaimana keluh kesah Nailan dalam menjalani ujian skripsi via online?SYAHID MUJTAHIDY, PAMEKASAN

Mahasiswi Tadris Bahasa Inggris (TBI) IAIN Madura itu meneliti “Pengaruh Metode Multisensori terhadap Siswa Menghafal Kosa Kata di Taman Kanak-kanak (TK) Halimah Prenduan, Sumenep”. Ujian skripsinya itu terpaksa harus menggunakan online dengan dua penguji.

Bacaan Lainnya

Tak ayal, perempuan kelahiran 29 Agustus 1998 tersebut harus memiliki persiapan lebih. Salah satunya memastikan kuota internetnya cukup, agar dalam proses ujian tidak tiba-tiba terhenti lantaran kehabisan kuota internet.

Kondisi itu membuat dirinya kebingungan sekaligus ketakutan. Kata Nailan, kuota internetnya diprediksi tidak cukup untuk mengikuti ujian online. Ditambah lagi, keuangannya sedang mepet.

Dengan beberapa pertimbangan, dia memilih untuk menghubungi temannya yang jual pulsa agar dapat melakukan pengisian ulang terlebih dahulu.

Mahasiswi asal Kecamatan Prenduan, Sumenep itu juga sembari mempersiapkan materi skripsi yang bakal dipresentasikan terlebih dahulu. Serta, mencoba untuk menguasai materi agar tidak kewalahan kala proses tanya jawab.

“Khawatir sidang online adalah ketidakstabilan jaringan, takut di tengah presentasi atau tanya jawab reconnecting (menghubungkan ulang) atau habis kouta. Udah lagi nggak ada duit buat beli kouta. Jadinya, mengubungi teman-teman yang jual pulsa jelang sidang sambil mempersiapkan kebutuhan sidang. Saya beli Rp60 ribu untuk paketan 3 GB,” ceritanya kepada Kabar Madura, Rabu (15/4/2020) pagi.

Di samping itu, Nailan juga melewatkan momentum ujian dapat dukungan dari teman-temannya. Menurutnya, setiap sidang skripsi bakal datang teman-temannya untuk memberikan semangat. Setelah selesai ujian, dia seharusnya mendapatkan buket sembari swafoto bersama.

Namun, perempuan berusia 21 tahun ini juga merasa senang dengan adanya ujian skripsi via online. Sebab, dia tidak butuh jauh-jauh pergi ke kampus.

“Dukanya juga nggak ada temen yang memeriahkan momen yang hanya sekali selama empat tahun saya kuliah, mengisi momen bahagia ini dan support juga. Tapi enaknya nggak perlu ke kampus. Serta, saya juga senang sidangnya lumayan lancar meskipun via medsos (media sosial),” tutup Nailan. (idy/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *