Suka Duka Sang Pelatih Atlet Berprestasi

  • Whatsapp
MOH. MAS’UDI: Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Sampang

Kabarmadura.id-Kerap meninggalkan keluarga, jika ada kegiatan olahraga di luar daerah, bahkan dicemooh, jika gagal menjadi juara. Adalah duka yang dirasakan Moh. Mas’udi sang BinA Prestasi KONI Sampang. Berkat ketekunan dan kesabarannya, ia berhasil mengantarkan para atlet Sampang dari berbagai Cabar Olahraga (Cabor) menjadi juara nasional dan internasional, itu lah sukanya dan kebanggaan, kesenangan yang tidak bisa diukur dengan materi.

SUBHAN, SAMPANG

Berlatar belakang sebagai atlet sepak bola, pria kelahiran Sampang 12 juli 1969 itu, merupakan Binpres KONI Sampang, tentunya tidak terlepas dari suka dan duka dalam melakukan pembinaan kepada para atlet. Bahkan, tidak jarang pula mendapat cemoohan dan harus rela meninggalkan keluarga jika ada event dan kegiatan olahraga di luar daerah.

Namun hal itu tidak lantas menyurutkan semangat pria yang akrab disapa Pak Ma’uk ini, dirinya terus membina dan mengantar para atlet-atlet Sampang meraih juara. Baginya, duka menjadi pembina tidaklah seberapa, jika melihat anak-anak binaannya berhasil menjadi juara. Semua lelah, letih dan penderitaan yang dialaminya, seketika sirna. Tetapi jika gagal, ia tetap istiqamah dan tawakal.

“Saya suka dan cinta olahraga, tentu lebih banyak sukanya dalam membina, karena saya sangat senang dan bangga ketika melihat para atlet berhasil menjadi juara, dukanya sering meninggalkan keluarga, kadang-kadang dicemooh orang karena tidak sukses dan semacamnya, tapi saya kira itu adalah konsekuensi dan spirit tersendiri, untuk terus membina dan berbuat yang terbaik,” ungkap pria yang memiliki lisensi pelatih C untuk olahraga sepak bola itu, Rabu (2/10)

Bapak dua anak itu terus fokus melakukan pembinaan para atlet-atlet di Kota Bahari. Ketika ada kegiatan-kegiatan olahraga yang berpotensi mengangkat dan mengharumkan nama Kota Bahari, tentunya terus ia dukung dan diarahkan.

Kini, Kabupaten Sampang memiliki berbagai Cabor yang intens dilakukan pembinaan oleh KONI. Sudah ada sebanyak 18 cabor dengan puluhan atlet yang terus dibina dan dipantau, untuk bisa memenuhi target secara bertahap bisa meraih juara, mulai regional, nasional hingga internasional.

Pria yang sudah 6 tahun menjabat ketua Binpres KONI Sampang ini, memiliki motivasi tersendiri dalam membina dan mengantarkan atlet berprestasi, yakni kesenangan dan kebanggan ketika para atlet meraih juara.

Terlebih, atletnya berasal dari keluarga yang tergolong kurang mampu. Hasilnya, saat perhelatan Pekan Olah Raga Provinsi Jawa Timur (PORProv Jatim) kemarin, sebagian atlet berhasil meraih medali perak, perunggu dan emas, sehingga dari pemerintah daerah dan KONI mendapatkan reward.

“Meskipun saya tidak bisa banyak membantu secara materi, paling tidak, saya bisa menunjukkan jalan, cara-cara bagaimana berprestasi dan menghasilkan materi untuk memenuhi kebutuhan dan keberlangsungan hidup orang lainnya, utamanya para atlet ini,”terangnya.

Pak Ma’uk membeberkan, selama dirinya menjadi pembinaan para atlet di kota Bahari ini, perkembangan olahraga dan prestasi yang ditorehkan oleh para atlet dari berbagai cabor sudah luar biasa peningkatannya dibandingkan dengan Kabupaten lain, khususnya di Madura.

Mengingat, kondisi Kabupaten Sampang dari berbagai aspek, sangat terbatas, semisal ketersedian sarana prasarana olahraga, sisi anggaran sangat terbatas dan dukungan, peran serta dari berbagai elemen masyarakat masih perlu ditingkatkan.

Padahal, kata Ma’uk potensi atlet berprestasi di Kabupaten Sampang sangatlah banyak. Namun ada kendala-kendala yang menjadi penghambat, seperti minimnya dukungan dari pihak luar, seperti keluarga para atlet untuk lebih maksimal dilakukan pembinaan dan dijadikan atlet berprestasi Semisal menjaga pola dan menu makanan para atlet ketika berada dirumah dan sebagainya.

“Prestasi yang paling menanjak dari Cabor tenis lapangan dan cabor atletik, bahkan sekarang sejumlah atlet dari berbagai cabor sudah masuk PON dan tim sea game. Tetapi ketika para atlet ini mau dibina secara intens dan maksimal, malah kurang support oleh keluarganya, karena selama pembinaan tidak menghasilkan, tetapi biaya pasti dikeluarkan,”terangnya.

Dengan demikian, Ma’uk berpesan kepada para atlet, utamanya yang berprestasi, jangan merasa sudah berhasil, paling atas, kendati sudah jadi atlet nasional serta mengintrospeksi dari dari berbagai kekurangannya, sehingga lebih baik. Persiapan dan bekal bertanding harus dilakukan dengan matang dan tawakal, Karena saya hanya bisa mengantarkan menjadi juara, (pin).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *